2 tahun Disway Malang

Hari Ini Bromo-Semeru 12-18 Derajat, Arjuno-Welirang Berkabut, Gelombang Malang Selatan 2,6 Meter

Hari Ini Bromo-Semeru 12-18 Derajat, Arjuno-Welirang Berkabut, Gelombang Malang Selatan 2,6 Meter

Ilustrasi langit cerah dengan sedikit awan dan kabut tipis di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang beberapa hari lalu. -m.khakim/diswaymalang.id--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Cuaca di kawasan pegunungan sekitar Malang pada Kamis 10 September 2026 masih menunjukkan karakter udara dingin dan lembap, terutama di kawasan Bromo-Tengger-Semeru dan Arjuno-Welirang. Kondisi kabut atau udara kabur juga berpotensi muncul di sejumlah kawasan lereng pada pagi hingga malam hari.

Di kawasan Bromo, suhu berada pada kisaran 12–18 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi 82–99 persen. Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan hingga sekitar 19 km per jam. Kondisi tersebut membuat kawasan Bromo tetap terasa dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.

Sementara kawasan Semeru memiliki suhu sekitar 14–18 derajat Celsius dengan kelembapan 90–99 persen. Angin dari arah timur dapat mencapai sekitar 21 km per jam. Pada sisi lereng yang masuk wilayah Malang, kondisi suhu lebih hangat dibanding kawasan kawah karena perbedaan ketinggian.

Bromo dan Semeru Tetap Dingin

Bromo menjadi salah satu kawasan pegunungan dengan suhu paling rendah dalam prakiraan Kamis. Rentang suhu 12–18 derajat Celsius disertai kelembapan yang sangat tinggi membuat udara di kawasan ini terasa lebih dingin, terutama pada dini hari.

Kondisi kelembapan yang mencapai 99 persen juga meningkatkan peluang terbentuknya kabut di kawasan yang memiliki elevasi tinggi. Pengunjung yang melakukan aktivitas sebelum matahari terbit perlu mengantisipasi jarak pandang yang dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.

Untuk kawasan Semeru, suhu di sekitar kawasan puncak diprakirakan 14–18 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 99 persen. Angin dari timur dengan kecepatan hingga sekitar 21 km per jam turut menjadi faktor yang membuat suhu terasa lebih dingin.

Sementara di kawasan lereng Semeru yang berada di wilayah Malang, kondisi dapat berbeda. Poncokusumo diprakirakan berada pada suhu sekitar 19–26 derajat Celsius dengan kelembapan 68–93 persen, sedangkan kawasan Ampelgading berada pada kisaran 19–21 derajat Celsius dengan kelembapan hingga 100 persen.

Arjuno-Welirang 17–24 Derajat

Kawasan Gunung Arjuno-Welirang juga masih menunjukkan udara dingin. Suhu diprakirakan berada pada kisaran 17–24 derajat Celsius, dengan kelembapan 61–100 persen.

Angin di kawasan ini berasal dari tenggara dengan kecepatan hingga sekitar 6 km per jam. Tingginya kelembapan pada waktu tertentu membuat kabut dan udara lembap menjadi kondisi yang perlu diantisipasi, khususnya di kawasan dengan elevasi tinggi.

Kawi, Buthak dan Panderman

Untuk kawasan Gunung Kawi, Butak dan Panderman, prakiraan yang tersedia lebih banyak berupa kondisi cuaca wilayah di sekitar lereng, bukan angka suhu khusus titik puncak.

Kawasan sekitar Kawi dan Buthak yang berada di wilayah barat dan barat daya Malang berpotensi mengalami udara kabur hingga berkabut pada pagi atau malam hari. Suhu kawasan Kawi dan Buthak sekiar 8-18 derajat Celcius.

Sementara kawasan Panderman dan pegunungan Batu cenderung dipengaruhi kondisi udara lembap dan perubahan jarak pandang pada pagi hari. Karena itu, kondisi kabut atau udara kabur lebih tepat digunakan untuk menggambarkan karakter cuaca kawasan pegunungan dibanding memaksakan angka suhu puncak yang tidak tersedia dalam prakiraan khusus gunung.

Perairan Malang Selatan Gelombang hingga 2,6 Meter

Berbeda dengan kawasan pegunungan, kondisi di Perairan Malang menunjukkan gelombang yang perlu diperhatikan nelayan maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.

Pada Kamis 10 September, Perairan Malang diprakirakan berawan hingga berawan tebal. Suhu laut berada sekitar 24–25 derajat Celsius, dengan kelembapan 84–91 persen.

Angin umumnya bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 8–11 knot. Hembusan angin dapat mencapai 23 knot, terutama pada pagi hari.

Gelombang diprakirakan berada pada kisaran 2,4–2,6 meter. Pada dini hari hingga siang, gelombang sekitar 2,5–2,6 meter masih berada pada kategori tinggi. Pada sore hari turun menjadi sekitar 2,4 meter dan masuk kategori sedang, sebelum kembali sekitar 2,5 meter pada malam hari.

Kondisi tersebut perlu diperhatikan oleh nelayan, wisatawan pantai, serta masyarakat pesisir Malang Selatan, khususnya yang beraktivitas di wilayah Bantur, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Donomulyo dan kawasan pesisir sekitarnya.

Jawa Timur Berpotensi Angin Kencang

Selain kondisi pegunungan dan laut, Jawa Timur juga masuk dalam wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang pada 10 September 2026.

Potensi angin kencang perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada aktivitas luar ruangan, perjalanan, kawasan pegunungan, pesisir, serta wilayah yang memiliki pepohonan atau bangunan yang rentan terhadap terpaan angin.

Dengan demikian, cuaca Malang pada 10 September memiliki tiga karakter yang perlu diperhatikan: udara dingin dan lembap di kawasan pegunungan, gelombang hingga 2,6 meter di Perairan Malang Selatan, serta potensi angin kencang di Jawa Timur.

Sumber: bmkg.go.id

Berita Terkait