Gubernur Khofifah Silaturahmi ke Sabilu Taubah Blitar, Asep: Pemerintah Harus Hadir dan Mendengar
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur (tengah), Asep Kusdinar, Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang (kiri), Gus Iqdam (kanan) foto bersama saat agenda silaturahmi di Kabupaten Blitar, Sabtu malam 05/09-Humas Bakorwil III Malang-Bakorwil III Malang for Disway Malang
BLITAR, DISWAYMALANG.ID-- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersilaturahmi dengan keluarga besar Majlis Ta’lim Sabilu Taubah di Kabupaten BLITAR, Sabtu malam (5/9/2026). Agenda tersebut menjadi ruang perjumpaan pemerintah dengan masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi di tingkat akar rumput.
Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang Asep Kusdinar turut mendampingi kunjungan Gubernur Khofifah. Menurut Asep, silaturahmi Gubernur Khofifah di Sabilu Taubah tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Asep menilai kehadiran langsung pemimpin daerah di tengah masyarakat penting untuk membangun komunikasi dua arah. Pemerintah dapat mendengar aspirasi sekaligus memahami dinamika yang berkembang secara lebih dekat.
“Pemerintahan tidak cukup hanya hadir melalui kebijakan dan program. Pemerintah juga harus hadir secara langsung, membangun komunikasi dan mendengarkan masyarakat,” ujar Asep.
Silaturahmi Jadi Ruang Mendengar Aspirasi
Menurut Asep, pertemuan antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi jembatan untuk membangun kedekatan serta kepercayaan publik.
Ruang komunikasi yang berlangsung secara langsung dinilai memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan. Di sisi lain, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan di lapangan.
“Silaturahmi membuka ruang komunikasi yang lebih cair. Ada kedekatan, ada kebersamaan dan yang paling penting ada kesempatan untuk saling mendengarkan,” katanya.
Asep mengatakan kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kebijakan yang tepat. Kehadiran pemerintah dan komunikasi yang terbuka juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
Setiap daerah, lanjutnya, memiliki karakteristik serta persoalan yang berbeda. Karena itu, pemerintah perlu berinteraksi langsung agar tidak hanya melihat persoalan dari balik meja.
“Ketika pemerintah hadir dan mau mendengarkan, masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan harapannya. Dari komunikasi seperti inilah kepercayaan dapat tumbuh,” jelasnya.
Bakorwil Malang Dorong Kolaborasi
Dalam konteks kewilayahan, Bakorwil Malang terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai unsur terkait di wilayah kerja.
Kehadiran Asep dalam mendampingi Gubernur Khofifah menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan masyarakat dan berbagai elemen daerah.
Asep menegaskan komunikasi yang baik menjadi fondasi untuk membangun kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pembangunan.
Kolaborasi membutuhkan keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas, dunia usaha, pemerintah daerah hingga masyarakat di tingkat akar rumput.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semangat kebersamaan harus terus kita rawat. Pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder harus berjalan bersama, karena pembangunan pada akhirnya adalah kerja bersama,” tutur Asep.
Sumber: humas bakorwil iii malang









