FIA UB dan STIAMAK Barunawati Bahas Kurikulum OBE, CPL Jadi Kunci Lulusan Siap Kerja
FIA UB dan STIAMAK Barunawati bertukar praktik pengembangan kurikulum OBE, mulai CPL terukur, kekhasan prodi, digitalisasi hingga sustainability. -fia ub--
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID-- Pengembangan kurikulum OBE menjadi salah satu perhatian Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya.
Kedua perguruan tinggi tersebut bertukar praktik dalam kunjungan benchmarking akademik dan kurikulum yang berlangsung di FIA UB, 10 Agustus 2026. Pembahasan mencakup penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), struktur mata kuliah, metode pembelajaran hingga sistem asesmen.
Bagi STIAMAK Barunawati, kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses pembaruan kurikulum OBE agar semakin relevan dengan perkembangan pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia profesional. Sebelumnya, STIAMAK juga menjajaki kebutuhan kompetensi melalui sejumlah institusi di sektor kepelabuhanan.
CPL Menjadi Dasar Kurikulum OBE
Dalam diskusi, Agung Nugroho Luthfi Imam Fahrudi SAB MBusSysPro PhD menjelaskan bahwa pendekatan Outcome-Based Education menempatkan capaian pembelajaran sebagai dasar penting dalam penyusunan kurikulum.
Dengan pendekatan tersebut, proses pendidikan tidak sekadar berorientasi pada materi yang disampaikan kepada mahasiswa. Fokusnya adalah kompetensi yang diharapkan benar-benar dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan pembelajaran.
Karena itu, CPL harus dirancang secara terukur dan relevan dengan profil lulusan. Program studi juga harus mampu membuktikan bahwa setiap capaian tersebut dapat dibangun melalui proses pembelajaran dan dievaluasi melalui asesmen.
Jumlah CPL bukan menjadi ukuran utama kualitas kurikulum. Semakin banyak capaian yang ditetapkan, semakin banyak pula aspek yang harus dipastikan ketercapaiannya.
Setiap CPL harus memiliki hubungan yang jelas dengan profil lulusan. Selanjutnya, capaian tersebut diterjemahkan ke dalam bahan kajian, mata kuliah, metode pembelajaran dan asesmen.
Kekhasan Program Studi Harus Dipertahankan
Pembahasan tidak hanya berfokus pada standar kurikulum. Kekhasan setiap program studi juga menjadi perhatian dalam pengembangannya.
Kurikulum idealnya merepresentasikan karakter keilmuan, kebutuhan pengguna lulusan dan arah pengembangan program studi. Dengan demikian, identitas program studi tidak hanya terlihat dalam dokumen akademik.
Cacik Rut Damayanti SSos MProfAcc DBA CSRS menyampaikan bahwa pembaruan kurikulum di FIA UB turut mempertimbangkan perubahan lingkungan strategis, terutama sustainability dan digitalisasi.
Kedua isu tersebut tidak sekadar ditempatkan sebagai tambahan materi pembelajaran. Sustainability dan digitalisasi dapat menjadi bagian dari kompetensi serta perspektif yang perlu dimiliki lulusan.
Pendekatan ini membuat kurikulum OBE harus mampu menjaga keseimbangan antara standar kompetensi dan karakter khusus program studi.
CPL Harus Terhubung dengan Mata Kuliah
Ani Rahimah SAB MAB PhD turut membahas proses mengidentifikasi kekhasan program studi dan menerjemahkannya ke dalam mata kuliah.
Sumber:

