2 tahun Disway Malang

Hari Kelapa Sedunia, Degan Ijo Tak Cuma Segar, Ada Potensi Antiracun

Hari Kelapa Sedunia, Degan Ijo Tak Cuma Segar, Ada Potensi Antiracun

Degan ijo pun dijual di Shopee karena selain segara, manfaatnya begitu penting bagi tubuh. -shopee--

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Setiap 2 September diperingati sebagai Hari Kelapa Sedunia. Momen ini menjadi pengingat bahwa kelapa bukan sekadar tanaman penghasil buah, tetapi memiliki manfaat luas untuk pangan, kesehatan hingga ekonomi.

Salah satu yang paling mudah ditemukan adalah degan ijo atau kelapa hijau. Airnya menyegarkan dan kerap diminum langsung setelah buah dibelah. Di balik kesegarannya, air kelapa hijau ternyata juga pernah diteliti karena memiliki potensi sebagai antidotum.

degan ijo pernah diuji terhadap racun

Penelitian eksperimental menguji air kelapa hijau terhadap mencit yang mengalami keracunan kalium sianida.

Dalam penelitian tersebut, air kelapa hijau konsentrasi 100 persen diberikan kepada hewan percobaan. Hasil pengamatan menunjukkan adanya penurunan gejala toksik, termasuk perubahan sikap tubuh yang tidak normal.

Temuan itu menjadi dasar bahwa air kelapa hijau mempunyai potensi aktivitas antidotum terhadap keracunan sianida.

Namun, hasil penelitian tersebut tidak berarti degan ijo dapat digunakan sebagai obat penawar racun.

Efek pemulihan pada kelompok yang mendapatkan air kelapa hijau masih lebih rendah dibandingkan kelompok yang mendapatkan natrium nitrit dan natrium tiosulfat sebagai antidotum.

Dengan kata lain, potensi antiracun air kelapa hijau masih berada pada tahap penelitian eksperimental, bukan terapi medis yang dapat menggantikan penanganan keracunan.

Bukan berarti tubuh bebas racun setelah minum degan

Istilah antiracun juga perlu dipahami secara tepat. Air kelapa tidak bisa dianggap sebagai minuman yang otomatis membersihkan seluruh racun dari tubuh. Penanganan keracunan sangat bergantung pada jenis zat beracun, dosis, jalur masuk ke tubuh dan kondisi korban.

Pada keracunan akut, pertolongan medis tetap menjadi prioritas. Mengandalkan degan ijo sebagai pengganti antidotum medis justru dapat berbahaya karena dapat menunda penanganan yang diperlukan.

Potensi yang ditemukan dalam penelitian lebih tepat disebut sebagai aktivitas antidotum yang masih membutuhkan penelitian lanjutan, terutama untuk mengetahui mekanisme kerjanya, dosis efektif, keamanan dan apakah efek yang sama dapat terjadi pada manusia.

Degan ijo tetap kaya elektrolit

Di luar penelitian mengenai antidotum, air kelapa memang memiliki karakteristik menarik sebagai minuman alami.

Air kelapa mengandung elektrolit, terutama kalium, serta sejumlah mineral lainnya. Kandungan tersebut membuat air kelapa populer sebagai minuman untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Namun, bukan berarti semakin banyak diminum semakin sehat. Orang dengan gangguan fungsi ginjal, misalnya, perlu memperhatikan asupan kalium dan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Perbedaan varietas dan tingkat kematangan buah juga dapat memengaruhi komposisi air kelapa. Karena itu, istilah kelapa hijau tidak otomatis berarti setiap buah memiliki kandungan yang persis sama.

Penelitian kelapa hijau juga pernah dilakukan di Malang

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Berita Terkait