Demo Malang 28 Agustus: 6 Elemen Mahasiswa Turun Aksi, TNI-Polri Siaga
Aparat gabungan TNI dan Polri bersiap mengamankan aksi penyampaian pendapat yang digelar enam elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di Kota Malang--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID — Aparat gabungan TNI dan Polri bersiap mengamankan aksi penyampaian pendapat yang digelar enam elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di Kota Malang, Jumat (28/8/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, personel keamanan telah disiagakan di sejumlah titik untuk mengawal jalannya aksi serta mengantisipasi gangguan keamanan dan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Enam elemen yang terlibat dalam aksi tersebut yakni Komite Aksi Kamisan Malang, Geram Cakrawala, BEM Universitas Brawijaya (UB), BEM Politeknik Negeri Malang (Polinema), Komite Persiapan Alternatif, dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).
Aksi tersebut mempertemukan sejumlah kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil dalam satu rangkaian penyampaian aspirasi di ruang publik.
BACA JUGA:Muktamar NU 2026: Sistem Pilih Ketum Diperdebatkan, Bisa Ubah Peta Bursa Caketum PBNU
Personel TNI-Polri akan melakukan pengamanan sejak massa mulai berkumpul hingga seluruh rangkaian aksi selesai. Pengamanan difokuskan untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Petugas juga disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas yang berpotensi mengalami kepadatan akibat pergerakan massa.
BACA JUGA:Gerak Jalan Sehat Pemkot Batu Diwarnai Aksi Peduli NTT dan Berburu Sampah di Rute
Pengguna jalan diminta memperhatikan kondisi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas apabila dilakukan pengalihan maupun rekayasa arus selama aksi berlangsung.
Aparat mengimbau seluruh peserta menjaga aksi tetap kondusif dan menyampaikan aspirasi secara tertib. Di sisi lain, pengamanan dilakukan untuk memastikan hak masyarakat dalam beraktivitas tetap berjalan.
Hingga Jumat pagi, aparat masih melakukan persiapan dan pemantauan situasi menjelang pelaksanaan aksi. Perkembangan situasi di lapangan masih terus dipantau.
Aksi di Kota Malang tersebut berlangsung sehari setelah demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Aksi di ibu kota melibatkan sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa yang membawa beragam tuntutan, mulai dari isu pemberantasan korupsi hingga desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.
Demo di DPR RI juga menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, serta tuntutan terhadap perbaikan tata kelola lembaga negara. Desakan pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi salah satu isu yang kembali mendapat perhatian dalam aksi tersebut.
Sumber:

