96 Angkot Disiapkan untuk Program Angkot Pelajar Kota Malang, Tinggal Tunggu Finalisasi
Armada Untuk Pelajar--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID — Sebanyak 96 angkutan kota (angkot) diproyeksikan menjadi armada Program Angkot Pelajar di Kota Malang. Program transportasi bagi pelajar tersebut kini memasuki tahap akhir finalisasi dan diharapkan segera direalisasikan.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Muhammad Anas Muttaqin mengatakan, jumlah 96 armada tersebut merupakan data terbaru yang diterima DPRD. Jumlah itu masih berpotensi bertambah sesuai hasil komunikasi antara Dinas Perhubungan Kota Malang dan paguyuban angkot.
“Ini masih dalam proses finalisasi. Kemarin terakhir kami update, ada sekitar 96 angkot. Dan kemungkinan juga bisa bertambah, tergantung komunikasi teman-teman di Dishub dengan teman-teman paguyuban angkot,” ujar Anas, Selasa (18/8/2026).
Anas menjelaskan, secara teknis program Angkot Pelajar telah dipersiapkan. Saat ini, pemerintah daerah masih menyelesaikan mekanisme dan persyaratan administratif yang berkaitan dengan penggunaan anggaran.
BACA JUGA:Demo BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, 8 Tuntutan Mahasiswa Soroti Harga BBM hingga Aparat
“Sekarang lagi proses finalisasi mekanismenya. Karena kalau anggaran negara memang butuh syarat administratif, butuh penyesuaian-penyesuaian tentang mekanisme skema programnya,” jelasnya.
Ia menyebut pembahasan bersama Dinas Perhubungan Kota Malang maupun aspek hukum telah dilakukan. Tahapan tersebut kini memasuki penyelesaian akhir.
“Kemarin sudah selesai, kami cek juga sudah di Dinas Perhubungan, di hukum juga sudah, tinggal finishing. Diharapkan sebentar lagi semakin cepat, semakin baik,” katanya.
Program Angkot Pelajar disiapkan untuk memberikan kemudahan mobilitas siswa sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi pengemudi dan pengusaha angkot lokal.
BACA JUGA:21 Orang Diamankan Jelang Demo di Bundaran HI, 9.242 Personel Gabungan Disiagakan
Menurut Anas, program tersebut juga menjadi bagian dari penataan transportasi Kota Malang setelah beroperasinya Trans Jatim Koridor 1 Malang Raya. Angkot lokal diharapkan tetap memiliki peran dalam sistem transportasi, termasuk sebagai transportasi pengumpan (feeder).
“Memang skema angkot pelajar itu sudah kita siapkan sejak beberapa waktu lalu. Ini merespons kehadiran Trans Jatim Koridor 1 agar juga ada skema pemberdayaan kepada teman-teman angkutan kota di Kota Malang,” ujarnya.
Dengan disiapkannya 96 armada, DPRD Kota Malang mendorong agar program segera dituntaskan sehingga manfaat layanan dapat dirasakan pelajar sekaligus memberikan kepastian bagi para pelaku angkutan kota.
Sumber:











