BWF World Championship vs World Tour Finals, Ini Perbedaan yang Sering Bikin Keliru
BWF World Championship dan World Tour Finals sama-sama bergengsi. Simak perbedaan status, format, hadiah, serta sejarah Indonesia di dua ajang BWF.-Ig badminton.ina-Ig badminton.ina
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - BWF World Championship dan BWF World Tour Finals sama-sama memakai label “world” dan menjadi bagian penting dalam kalender bulu tangkis internasional. Namun, keduanya memiliki format, status, serta tujuan yang berbeda.
BWF World Championship merupakan kejuaraan dunia individu yang menjadi salah satu ajang paling bergengsi dalam bulu tangkis. Sementara itu, BWF World Tour Finals adalah turnamen penutup musim yang mempertemukan pemain dan pasangan dengan performa terbaik sepanjang rangkaian BWF World Tour.
Perbedaan BWF World Championship dan BWF World Tour Finals menjadi menarik karena kedua turnamen tersebut sama-sama mempertemukan pemain elite dunia. Meski demikian, gelar yang diperebutkan dan sistem kualifikasinya tidak sama.
BWF World Championship merupakan kejuaraan dunia
BWF World Championship atau Kejuaraan Dunia BWF merupakan ajang yang menentukan juara dunia pada lima nomor individual, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Turnamen ini pertama kali digelar pada 1977. Dalam perkembangannya, Kejuaraan Dunia BWF menjadi agenda tahunan, dengan pengecualian pada tahun penyelenggaraan Olimpiade karena tidak digelar bersamaan dengan pesta olahraga tersebut.
Statusnya berbeda dari turnamen reguler BWF World Tour. Pemain yang menjadi juara di ajang ini mendapatkan gelar sebagai juara dunia, sehingga nilai prestisenya sangat besar dalam perjalanan karier seorang pebulu tangkis.
Dalam sistem klasifikasi BWF, World Championships juga berada pada Grade 1, sedangkan BWF World Tour Finals termasuk Grade 2. Hal tersebut menunjukkan perbedaan tingkatan kedua kompetisi dalam struktur turnamen BWF.
World Tour Finals menjadi penutup musim
Berbeda dari Kejuaraan Dunia, BWF World Tour Finals merupakan turnamen akhir musim. Ajang ini mulai diperkenalkan pada 2018 sebagai bagian dari format baru BWF World Tour.
Pesertanya tidak berasal dari seluruh pemain yang ingin mendaftar. BWF World Tour Finals menggunakan sistem kualifikasi berdasarkan peringkat World Tour sepanjang musim. Pemain atau pasangan dengan performa terbaik mendapatkan kesempatan tampil di turnamen penutup tersebut.
BWF menjelaskan bahwa World Tour Finals menjadi ajang puncak musim dengan peserta yang berasal dari jajaran teratas peringkat World Tour. Sistemnya juga memiliki batas jumlah wakil dari setiap asosiasi anggota BWF.
Dari sisi hadiah, perbedaannya juga sangat jelas. World Tour Finals menyediakan hadiah uang bagi para peserta berdasarkan pencapaian mereka. Pada edisi 2024, misalnya, total hadiah yang diperebutkan mencapai USD 2,5 juta.
Indonesia punya sejarah kuat di World Championship
Indonesia termasuk negara dengan sejarah panjang di Kejuaraan Dunia BWF. Berdasarkan catatan yang dikutip dari data prestasi hingga 2021, Indonesia telah mengoleksi 23 medali emas di ajang tersebut dan berada di bawah China dalam daftar negara tersukses.
Sejumlah nama besar Indonesia juga memiliki catatan istimewa di Kejuaraan Dunia. Hendra Setiawan dan Liliyana Natsir tercatat sebagai pemain Indonesia dengan koleksi emas terbanyak, masing-masing empat gelar pada saat data tersebut dihimpun.
Ahsan/Hendra pernah berjaya di dua ajang
Salah satu contoh menarik datang dari Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Pada 2019, pasangan berjuluk The Daddies tersebut meraih gelar juara dunia sekaligus menjadi juara BWF World Tour Finals.
Sumber: yt kamibijak











