Hari Veteran Nasional, LVRI Kota Malang Tabur Bunga dan Ingatkan Generasi Muda soal Kemerdekaan
Foto Bersama Di depan TMP Untun Suropati dalam rangka peringatan hari Veteran--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Malang menggelar ziarah rombongan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati, Jalan Veteran, Kota Malang, Rabu (12/8).
Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan Hari Veteran Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus. Ziarah menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pahlawan yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran Pemkot Malang, pengurus LVRI dan unsur terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Prosesi diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan peletakan karangan bunga dan tabur bunga di makam para pejuang.
Namun, bagi para veteran, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Ziarah menjadi momentum untuk mengingatkan generasi penerus bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan panjang.
Ketua Ranting LVRI Pakisaji, Mukri, meminta generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat kemerdekaan, tetapi ikut mengisi dan mempertahankan hasil perjuangan para pendahulu.
“Tabur bunga ini untuk mengingat para pahlawan yang telah meninggal. Kita semua ini meneruskan perjuangan beliau-beliau yang sudah meninggal,” ujar Mukri.
BACA JUGA:UM Malang latih 50 dosen, dorong pembelajaran transformatif yang ubah cara berpikir mahasiswa
Ia menilai bentuk kecintaan terhadap bangsa sebenarnya dapat dimulai dari hal sederhana. Salah satunya dengan memasang bendera Merah Putih menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.
“Jangan hanya menerima. Contoh yang paling gampang pemasangan bendera. Apa sulitnya memasang bendera? Tanpa diperintah pun seharusnya sudah sadar bahwa kita bisa hidup seperti sekarang ini karena kemerdekaan,” tegasnya.
Menurut Mukri, Merah Putih bukan sekadar atribut perayaan 17 Agustus. Bendera tersebut menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan para pendahulu yang memungkinkan masyarakat hidup dalam kondisi merdeka.
“Tanpa ada kemerdekaan, kita tidak akan bisa hidup seperti ini,” katanya.
Sumber:








