Veda Ega Pratama P9 di Silverstone, Selisih 12 Detik Bukan Satu-satunya Cerita
Veda Ega Pratama finis P9 di Silverstone pada Moto3 GP Inggris 2026. Degradasi ban dan ritme grup depan menjadi tantangan utama.-Yt MotoGp Id-Yt MotoGp Id
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Veda Ega Pratama harus puas finis di posisi kesembilan pada Moto3 GP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Pembalap Indonesia tersebut menyelesaikan balapan dengan selisih sekitar 12 detik dari David Almansa yang keluar sebagai pemenang.
Hasil Moto3 GP Inggris 2026 ini tidak sepenuhnya menggambarkan perjuangan Veda sepanjang balapan. Selain menghadapi persaingan ketat, pembalap Honda Team Asia tersebut juga harus mengelola kondisi ban dan motor di salah satu lintasan terpanjang dalam kalender MotoGP.
Veda tetap berhasil membawa pulang tambahan poin. Berdasarkan data dalam materi analisis, hasil finis P9 membuat koleksi Veda Ega Pratama mencapai 97 poin dan menempatkannya di posisi keenam klasemen sementara Moto3.
Grup Depan Bergerak dengan Ritme Tinggi
Sejak awal balapan, kelompok terdepan langsung menunjukkan kecepatan tinggi. David Almansa, Alvaro Carpe, Valentin Perone, dan sejumlah pembalap lainnya mampu mempertahankan ritme yang membuat jarak dengan kelompok berikutnya semakin terbuka.
Almansa akhirnya mengamankan kemenangan. Kecepatan yang konsisten sepanjang balapan menjadi salah satu faktor penting keberhasilannya mempertahankan posisi terdepan.
Sementara itu, Veda harus berjuang dari kelompok di belakang. Selisih waktu dengan rombongan terdepan terus bertambah sedikit demi sedikit pada setiap lap.
Perbedaan kurang dari satu detik per lap dapat terlihat kecil. Namun, dalam balapan Moto3, selisih tersebut dapat terakumulasi menjadi beberapa detik ketika pembalap mencapai garis finis.
Silverstone Menuntut Konsistensi
Sirkuit Silverstone memiliki panjang sekitar 5,9 kilometer. Karakter lintasan yang panjang membuat pembalap harus mampu menjaga performa motor dan ban selama seluruh perlombaan.
Dalam materi analisis, kecepatan rata-rata Veda disebut mencapai sekitar 161,1 kilometer per jam. Angka tersebut memperlihatkan bahwa ia tetap mampu mempertahankan kecepatan tinggi.
Namun, performa dalam balapan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan rata-rata. Kemampuan menjaga waktu lap, akselerasi keluar tikungan, pengereman, serta posisi ketika bertarung dengan pembalap lain turut menentukan hasil.
Veda harus menghadapi pertarungan di kelompoknya sambil menjaga kondisi motor. Situasi tersebut membuat setiap keputusan di lintasan menjadi penting.
Ban Mengalami Penurunan Performa
Salah satu perhatian utama dari balapan Veda adalah kondisi ban. Berdasarkan analisis sumber, Veda menggunakan ban soft pada bagian depan dan belakang.
Pada fase awal, pilihan tersebut membantu Veda mendapatkan grip yang dibutuhkan untuk mempertahankan ritme. Catatan waktunya masih berada di kisaran 2 menit 11 detik.
Namun, setelah balapan berjalan lebih jauh, performa ban mulai menurun. Kondisi tersebut semakin terasa pada paruh kedua lomba.
Sumber: yt motogp id









