Ban Soft Jadi Sorotan, Veda Ega Pratama Hadapi Degradasi di Moto3 GP Inggris 2026
Ban soft menjadi sorotan setelah Veda Ega Pratama mengalami degradasi di Silverstone. Ia finis P9 dan membawa pulang poin Moto3 GP Inggris 2026.-Yt MotoGp Id-Yt MotoGp Id
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Pemilihan ban menjadi salah satu sorotan dalam penampilan Veda Ega Pratama pada Moto3 GP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Pembalap Indonesia tersebut harus menghadapi degradasi ban yang memengaruhi ritmenya ketika balapan memasuki fase akhir.
Veda Ega Pratama akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kesembilan. Ia finis sekitar 12 detik di belakang David Almansa yang berhasil keluar sebagai pemenang. Meski tidak berada di rombongan terdepan, Veda tetap berhasil mengamankan poin penting.
Persoalan ban menjadi semakin menarik karena kondisi Silverstone saat balapan cukup berat. Dalam materi analisis, temperatur aspal disebut mencapai sekitar 48 derajat Celsius. Dengan lintasan sepanjang 5,9 kilometer, ban harus bekerja keras selama balapan.
Strategi Ban Menjadi Perhatian
Dalam analisis balapan, Veda disebut menggunakan kombinasi ban soft di bagian depan dan belakang. Pilihan tersebut pada dasarnya memberikan keuntungan berupa grip yang lebih baik ketika ban masih berada dalam kondisi optimal.
Karakter ban soft juga dapat membantu pembalap mendapatkan performa sejak awal balapan. Hal tersebut terlihat dari kemampuan Veda menjaga catatan waktu di kisaran 2 menit 11 detik pada beberapa lap pertama.
Namun, penggunaan ban soft memiliki konsekuensi ketika balapan berlangsung dalam kondisi temperatur tinggi. Beban terhadap ban terus meningkat seiring bertambahnya jumlah lap.
Di Silverstone, persoalan tersebut menjadi semakin penting karena panjang lintasan membuat setiap lap berlangsung cukup lama. Ban harus mampu mempertahankan grip dalam berbagai karakter tikungan dan sektor berkecepatan tinggi.
Degradasi Mulai Terlihat di Paruh Kedua
Setelah beberapa lap, performa ban Veda mulai mengalami perubahan. Catatan waktunya yang sebelumnya berada di kisaran 2 menit 11 detik kemudian bergerak ke angka 2 menit 12 detik.
Pada bagian akhir balapan, catatan waktu tersebut bahkan mendekati 2 menit 13 detik. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa Veda harus menghadapi tantangan dalam mempertahankan performa ban hingga lap terakhir.
Ban belakang menjadi bagian yang sangat penting dalam situasi tersebut. Ketika grip mulai berkurang, pembalap akan kesulitan mempertahankan traksi ketika keluar dari tikungan.
Pembukaan gas juga harus dilakukan dengan lebih terukur. Jika terlalu agresif, ban belakang dapat kehilangan traksi dan membuat motor bergerak lebih tidak stabil.
Bagi Veda, kondisi tersebut membuat fokus balapan tidak hanya mengejar pembalap di depan. Ia juga harus menjaga agar motor tetap berada dalam batas yang aman.
Kondisi Aspal Memperberat Kerja Ban
Temperatur aspal yang disebut mencapai 48 derajat Celsius menjadi faktor lain yang perlu diperhitungkan. Kondisi panas dapat memberikan beban tambahan terhadap kompon ban, terutama ketika pembalap mempertahankan kecepatan tinggi.
Silverstone sendiri merupakan lintasan yang panjang dan memiliki sejumlah sektor cepat. Pembalap membutuhkan kombinasi grip, stabilitas, dan traksi agar mampu mempertahankan waktu lap.
Sumber: yt motogp id








