Jepang Keberatan Pokémon hingga Naruto Dipakai Konten Politik AS, Ini Sejarahnya
Donal Trump diprotes pemerintahan Jepang akibat menggunakan aset Pokemon dan beberapa anime. --larazon--
TOKYO, DISWAYMALANG.ID – Pemerintah Jepang menyampaikan keberatan kepada Amerika Serikat terkait penggunaan sejumlah karakter dan properti intelektual atau intellectual property (IP) asal Jepang dalam unggahan resmi pemerintahan Donald Trump.
Pokémon dan anime menjadi bagian dari persoalan tersebut. Sejumlah konten pemerintah AS dilaporkan menggunakan karakter atau elemen visual dari waralaba Jepang seperti Pokémon, Mario, Naruto, Yu-Gi-Oh!, hingga karya gim lainnya untuk komunikasi di media sosial.
Pemerintah Jepang menilai penggunaan karya berhak cipta oleh lembaga negara tetap membutuhkan perhatian terhadap hak pemilik IP. Kekhawatiran Tokyo bukan hanya menyangkut aspek hak cipta, tetapi juga potensi rusaknya citra merek ketika karakter hiburan ditempatkan dalam konteks politik atau isu kontroversial.
Jepang Soroti Penggunaan IP dalam Konten Pemerintah AS
Keberatan Jepang bukan muncul secara tiba-tiba. Penggunaan karakter dan visual dari waralaba Jepang oleh akun pemerintah AS telah menjadi sorotan sejak 2025 dan kembali mencuat sepanjang 2026.

Trump berpose sebagai Naruto di sebuah unggahan Truth Social pada 6 Juni 2026 lalu------
Salah satu kasus yang mendapat perhatian adalah penggunaan cuplikan dan musik dari anime Pokémon dalam unggahan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. The Pokémon Company kemudian menegaskan bahwa penggunaan tersebut tidak mendapat izin. Perusahaan juga menyatakan misi Pokémon tidak berafiliasi dengan pandangan atau agenda politik tertentu.
Pada Juni 2026, Presiden Donald Trump juga mengunggah materi yang menampilkan dirinya dengan visual menyerupai Naruto. Penggunaan tersebut memicu kritik dari penggemar di Jepang dan menjadi salah satu contoh bagaimana karakter budaya pop Jepang masuk ke komunikasi politik Amerika.
Pemerintah Jepang kemudian menyampaikan posisi tersebut melalui jalur diplomatik. Jepang menekankan bahwa lembaga publik sekalipun tidak otomatis bebas menggunakan kekayaan intelektual tanpa memperhatikan hak pemiliknya.
Pokémon Berawal dari Gim, Bukan Anime
Di tengah kontroversi tersebut, menarik melihat kembali sejarah Pokémon.
Pokémon merupakan waralaba hiburan Jepang yang pertama kali diluncurkan pada 1996 melalui gim Pokémon Red dan Pokémon Green untuk konsol Game Boy di Jepang. Waralaba tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu properti hiburan anak paling populer di dunia.
Konsep Pokémon berpusat pada makhluk-makhluk fiksi yang dapat ditangkap, dilatih, dan dipertandingkan oleh manusia yang dikenal sebagai Pokémon Trainer.
Tokoh seperti Pikachu kemudian menjadi ikon global. Perkembangannya tidak berhenti pada gim. Pokémon meluas ke permainan kartu koleksi, merchandise, film, serial animasi, aplikasi, hingga berbagai produk lisensi.
Menurut The Pokémon Company International, perusahaan tersebut menangani pengelolaan merek, lisensi, pemasaran, Pokémon Trading Card Game, serial animasi, hiburan rumah, dan situs resmi Pokémon di luar Asia.

Pemerintah Jepang protes ke Trump akibat penggunaan yang serampangan dari beberapa franchise anime terkenal. --Gamerant--
Anime Pokémon Membawa Pikachu ke Dunia
Serial anime Pokémon mulai ditayangkan setelah kesuksesan awal gim. Di luar Jepang, serial tersebut membantu memperkenalkan karakter seperti Pikachu dan tokoh utama Ash Ketchum kepada generasi penonton yang jauh lebih luas.
Sumber: harian.disway.id dan berbagai sumber lainnya






