Jangan Diabaikan! Tumit Pecah-Pecah Bisa Makin Parah, Ini Cara Mengatasinya
Tips Efektif Mengatasi dan Mencegah Telapak Kaki Pecah-Pecah agar Kembali Halus--Aktual - KONTAN
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Tumit pecah-pecah menjadi salah satu masalah kulit yang sering dialami banyak orang. Selain mengganggu penampilan, kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa nyeri hingga kesulitan berjalan apabila retakan semakin dalam.
Secara medis, tumit pecah-pecah umumnya terjadi akibat hilangnya kelembapan alami kulit, tekanan berlebih saat berdiri atau berjalan, serta paparan lingkungan yang kering maupun bahan kimia seperti deterjen.
Melansir dari Kemkes, kulit tumit yang kehilangan kelembapan akan mengalami penebalan, mengeras, kemudian kehilangan elastisitas sehingga mudah retak saat menopang berat badan.
Rutin Gunakan Pelembap
Langkah pertama untuk mengatasi tumit pecah-pecah adalah menjaga kelembapan kulit secara rutin. Pelembap berbahan dasar petroleum jelly maupun krim yang mengandung urea atau asam salisilat dapat membantu melembapkan sekaligus mengangkat sel kulit mati.
Melansir dari Universitas Indonesia, penggunaan pelembap setelah mandi dan sebelum tidur terbukti membantu mengembalikan kelembutan kulit yang mengeras serta mempercepat proses regenerasi kulit.
Rendam dan Eksfoliasi secara Perlahan
Selain menggunakan pelembap, perawatan tambahan dapat dilakukan dengan merendam kaki menggunakan air hangat selama 15 hingga 20 menit.
Setelah kulit menjadi lebih lunak, gosok tumit secara perlahan menggunakan batu apung atau alat penggosok kaki untuk mengangkat lapisan kulit mati.
Melansir dari Universitas Gadjah Mada, proses eksfoliasi sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar tidak menyebabkan iritasi maupun luka pada kulit yang sensitif.
Lindungi Tumit dari Tekanan Berlebih
Perawatan harian juga berperan penting untuk mencegah tumit pecah-pecah kembali terjadi. Menggunakan kaus kaki berbahan katun setelah mengoleskan pelembap pada malam hari dapat membantu mengunci kelembapan kulit lebih lama.
Selain itu, pilih alas kaki yang nyaman dan memiliki penyangga pada bagian tumit sehingga tekanan terhadap kulit dapat berkurang saat beraktivitas.
Cegah agar Tidak Kambuh
Melansir dari Universitas Airlangga, kebiasaan berjalan tanpa alas kaki di permukaan yang keras sebaiknya dihindari karena dapat memperparah retakan pada tumit.
Mencukupi kebutuhan cairan harian juga penting untuk menjaga kelembapan kulit dari dalam sekaligus mendukung proses regenerasi jaringan. Apabila tumit pecah-pecah disertai perdarahan, nyeri hebat, atau tidak kunjung membaik setelah perawatan mandiri, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber: kemkes.go.id


