PLN Hadirkan Smart Farming IoT di Wonosari-Malang, Budidaya Melon Kini Serba Otomatis
Serah terima bantuan dari PLN kepada BUMDes, dari kiri: Manager PLN UPMK 2, Adriuli, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN PUSMANPRO, Maya Savitri, Ketua BUMDes Sumber Makmur Vincensius Sari, Camat Kecamatan Wonosari A.K. Wisnu Aji, dan PLT Kep--
WONOSARI, DISWAYMALANG.ID–PT PLN (Persero) melalui Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) menghadirkan inovasi Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Malang. Program yang diluncurkan di Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kamis (23/7/2026), ini difokuskan pada pengembangan greenhouse melon yang dikelola BUMDes Sumber Makmur.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang lebih andal. Tetapi juga memperkenalkan teknologi otomatisasi pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi budidaya melon.
Ubah Sistem Manual Menjadi Pertanian Berbasis Teknologi
Sebelum program dijalankan, sebagian besar proses budidaya masih dilakukan secara manual. Mulai penyemprotan tanaman, pencampuran nutrisi, hingga pemantauan kondisi greenhouse masih mengandalkan tenaga manusia.
Selain itu, pasokan listrik untuk operasional greenhouse masih memanfaatkan jaringan milik warga tanpa sistem cadangan daya. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses budidaya ketika terjadi gangguan listrik.
Melalui program Smart Farming IoT, PLN memasang jaringan listrik permanen sekaligus menghadirkan sistem otomatis berbasis sensor yang mampu memantau kondisi lahan secara real time.
Sensor IoT Atur Penyiraman dan Nutrisi Otomatis
Teknologi yang diterapkan memanfaatkan sensor kelembapan tanah, suhu udara, serta kondisi cuaca yang dipasang di area greenhouse. Seluruh data dikirim secara langsung ke perangkat pintar milik petani sehingga mereka dapat memantau kondisi tanaman kapan saja.
Apabila sensor mendeteksi kondisi tanah mulai mengering, sistem secara otomatis membuka katup air sehingga proses penyiraman berlangsung tanpa campur tangan manusia.
Air dan nutrisi kemudian dialirkan secara bertahap melalui sistem fertigasi menuju akar tanaman menggunakan jaringan pipa tetes. Teknologi ini membuat pemberian air maupun nutrisi menjadi lebih tepat sasaran, hemat air, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Petani dan Karang Taruna Ikut Dilatih
Selain menyediakan infrastruktur dan perangkat teknologi, PLN juga memberikan pelatihan pengoperasian sistem Smart Farming serta penyuluhan mengenai pemasaran hasil panen.

Sistem pertanian cerdas melalui metode irigasi tetes (drip technology) membawa perubahan besar dalam industri pertanian modern. Melalui kombinasi itu, proses penyiraman dan pemupukan tidak lagi dilakukan secara manual. Melainkan digerakkan oleh data yang --
Sebanyak 14 petani menjadi penerima manfaat utama program tersebut. Sementara itu, 68 anggota Karang Taruna dipersiapkan sebagai operator teknologi pertanian agar keberlanjutan program dapat terus terjaga.
Camat Wonosari AK Wisnu Aji mengapresiasi langkah PLN yang dinilai mampu mempercepat transformasi sektor pertanian di wilayahnya.
"Program ini diharapkan dapat memberikan efek positif bagi masyarakat. Pun, bisa menjadi inspirasi bagi para petani-petani lainnya," ujarnya dikutip Harian Disway, Minggu (25/7/2026).
Salah seorang petani penerima manfaat, Suwarno, mengaku teknologi tersebut membuat aktivitas bertani menjadi jauh lebih mudah.
"Bantuan peralatan modern dari PLN dapat mempermudah usaha bertani kami. Lebih mudah, lebih efisien, hasilnya pun lebih baik," katanya.
PLN Dorong Generasi Muda Tertarik Bertani
General Manager PLN PUSMANPRO Aan Ridhoana Fitriaji menegaskan bahwa PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, program Electrifying Agriculture menjadi salah satu bentuk nyata dukungan PLN terhadap transformasi sektor pertanian nasional.
"PLN mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui program Electrifying Agriculture. Modernisasi pertanian berupa Smart Farming yang kami implementasikan di Desa Kluwut," ujarnya.
PLN berharap penerapan Smart Farming berbasis IoT mampu meningkatkan efisiensi proses budidaya, menekan biaya operasional, menghemat waktu dan tenaga petani, serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.
Di sisi lain, penerapan teknologi pertanian modern juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali terjun ke sektor pertanian sehingga tercipta pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Sumber:


