Lewat Tas Ecoprint, Seniman di Kota Batu Kritik Budaya Konsumtif
Sugeng Pribadi (Bertopi) diantara karyanya dalam pameran di Galeri Raos Kota Batu -Sholeh-Diswaymalang.id
BATU, DISWAYMALANG.ID--Seniman Sugeng Pribadi menampilkan karya mixed media berjudul Lifestyle Changes dalam pameran seni rupa bertajuk Like a Rolling Stone di Galeri Raos, Jalan Panglima Sudirman Kota Batu.
Karya itu berbentuk tas berukuran 200 x 80 sentimeter yang terbuat dari bahan batik ecoprin. Karya itu menjadi kritik terhadap budaya konsumtif yang dinilai semakin berkembang di tengah masyarakat.
"Batu sekarang banyak orang-orang yang konsumtif. Entah itu barang-barang branded atau barang-barang yang lagi tren seperti itu," ujar pria yang akrab disapa Klemin itu, Selasa (21/7/2026).
BACA JUGA:Pameran Seni di Kota Batu Hadirkan Deretan Karya Seniman Lokal, Patung Semar Curi Perhatian
Klemin menilai bahwa pesatnya perkembangan Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan bagaikan dua sisi mata uang membawa dampak positif yang signifikan sekaligus menghadirkan tantangan baru.
Di satu sisi, geliat sektor ekonomi kreatif terbukti mampu memicu tumbuhnya berbagai produk olahan apel yang inovatif, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Namun di sisi lain, pembangunan juga memunculkan persoalan lingkungan, seperti berkurangnya kawasan hijau, meningkatnya suhu udara, hingga berkurangnya sumber mata air," urainya.
BACA JUGA:Kenalan dengan Keyne Yamal, Adik Lamine yang Jadi Maskot Tak Resmi Timnas Spanyol
Pemilik Galeri Batik Ecoprin Redsoga itu menguraikan, pameran di Galeri Raos dimanfaatkan oleh para seniman sebagai wadah untuk menyuarakan imbauan kritis kepada publik dan jajaran pemerintah.
Mereka mendorong agar setiap kebijakan pembangunan ekonomi senantiasa memperhitungkan dampak lingkungan demi terwujudnya keseimbangan ekologis.
Menguatkan hal tersebut, Klemin menekankan bahwa aktivitas ekonomi harus senantiasa berwawasan lingkungan.
"Harapan saya, kita bisa berekonomi juga berekologi. Harus ada keseimbangan. Kita berekonomi, tapi tidak memikirkan ekologinya, lingkungannya, terus generasi kita nanti akan seperti apa untuk menikmati Kota Batu ini," urainya.
BACA JUGA:Sinopsis Wind Up: The Movie, Debut Layar Lebar Jeno dan Jaemin NCT Tayang 22 Juli
Lebih lanjut, Klemin menjelaskan, Pameran Like a Rolling Stonemenjadi ruang bagi para seniman untuk menyampaikan gagasan. Sekaligus mengajak masyarakat merefleksikan arah pembangunan Kota Batu agar tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan di masa depan.
Sumber:

