Lulusan SMA Paling Banyak Menganggur di Kota Batu, TPT Capai 7,26 Persen
Siswa SMA di Kota Batu saat melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto dalam suatu kesempatan -Istimewa -
BATU, DISWAYMALANG.ID-lulusan SMA di Kota Batu menghadapi tantangan paling berat saat mulai memburu pekerjaan. Itu karena Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu menunjukkan, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) umum menjadi kelompok dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi pada Agustus 2025.
Angkanya mencapai 7,26 persen, melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan Agustus tahun sebelumnya yang masih berada di level 3,84 persen. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa lulusan SMA umum menghadapi tantangan paling berat saat mulai memburu pekerjaan.
Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo menjelaskan lonjakan tersebut tidak lepas dari karakter pendidikan SMA yang tidak dibekali keahlian vokasi secara spesifik.
BACA JUGA:Kebakaran di Sidomulyo Batu Diduga dari Bakar Sampah, Api Berhasil Dipadamkan
"Lulusan SMA umum relatif tidak mendapatkan pembekalan vokasional spesifik seperti lulusan SMK," ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Berbeda dengan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sudah memiliki keterampilan teknis siap pakai, lulusan SMA umum harus bersaing secara umum di pasar kerja. Ketika lowongan mensyaratkan keahlian teknis tertentu, mereka kerap kalah bersaing.
Sebagian dari mereka, kata Herlina, juga masih berada dalam masa transisi setelah lulus. Masa tunggu ini biasanya diisi dengan mengikuti proses rekrutmen, mengejar sertifikasi kompetensi tambahan, atau justru sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Fakta menarik justru terlihat pada kelompok vokasi. TPT lulusan SMK pada Agustus 2025 tercatat hanya 3,68 persen, turun signifikan dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,53 persen. Sementara TPT untuk lulusan diploma berada di angka 6,37 persen. Data ini membuktikan bahwa bekal keterampilan spesifik lebih mudah terserap industri dibanding ijazah umum.
BACA JUGA:Kecelakaan Dua Motor di Buk Anyar Batu, Mahasiswa Polinema Dilarikan ke Rumah Sakit
Tekanan di pasar kerja Kota Batu juga semakin besar karena jumlah angkatan kerja yang terus bertambah. Pada Agustus 2025, jumlah pengangguran di Kota Batu tercatat mencapai 5.024 orang, bertambah 357 orang dibandingkan Agustus 2024.
Kenaikan jumlah pengangguran ini sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja yang sangat pesat. Herlina merinci, jumlah angkatan kerja di Kota Batu melonjak dari 128.470 orang menjadi 142.486 orang dalam setahun. Artinya, ada penambahan sekitar 14 ribu orang yang masuk dan bersaing di pasar kerja dalam kurun waktu satu tahun.
"Pada saat yang sama, jumlah angkatan kerja mengalami pertumbuhan cukup besar. Dari sebelumnya 128.470 orang, meningkat menjadi 142.486 orang. Artinya, dalam setahun terjadi penambahan sekitar 14 ribu orang dalam kelompok angkatan kerja yang masuk ke pasar kerja," paparnya.
Dengan tambahan 14 ribu pencari kerja baru, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan otomatis semakin ketat. Lowongan yang tersedia harus diperebutkan oleh lebih banyak orang.
BACA JUGA:Semen Cor Tumpah di Jalan Curah Susuk Batu, Pengendara Motor Terjatuh
Sumber:


