Laporte Soroti Permainan Keras Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Minta Wasit Tegas
Duel Elliot Anderson (kiri) dan Enzo Fernandez (kanan) dalam laga Inggris vs Argentina, semifinal Piala Dunia 2026, Kamis 16 Juli 2026.-Ryan Pierse-Getty Images--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Laporte Argentina menjadi perhatian menjelang final Piala Dunia 2026. Bek Timnas Spanyol Aymeric Laporte meminta wasit bertindak tegas saat La Roja menghadapi Argentina di MetLife Stadium, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Menurut pemain Athletic Bilbao tersebut, Argentina dikenal bermain dengan intensitas tinggi yang kerap memunculkan kontak fisik keras. Ia berharap seluruh pelanggaran ditindak sesuai aturan agar laga final berjalan adil dan tetap menjunjung sportivitas.
Dalam wawancara dengan Marca, Laporte menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan permainan fisik selama masih berada dalam batas yang diperbolehkan oleh regulasi.
"Saya sama sekali tidak khawatir dengan permainan keras dalam sepak bola. Jika itu masih ditoleransi sesuai aturan dan wasit menjalankan tugasnya dengan baik, saya tidak memiliki masalah," ujar Laporte.
Namun, ia menilai beberapa pelanggaran yang dilakukan Argentina pada pertandingan-pertandingan sebelumnya seharusnya mendapat hukuman lebih tegas.
Minta Wasit Kendalikan Pertandingan

Aymeric Laporte soroti intensitas tinggi dan gaya permainan keras Argentina yang kerap luput dari hukuman wasit sepanjang Piala Dunia 2026-Ulrik Pedersen-Getty Images--
Laporte menilai laga final harus dikendalikan dengan baik oleh perangkat pertandingan agar tidak berkembang menjadi duel yang dipenuhi pelanggaran.
Menurutnya, jika satu atau dua pemain dibiarkan melakukan kontak keras tanpa sanksi, situasi di lapangan berpotensi memanas dan mengganggu kualitas pertandingan.
"Terutama saat menghadapi Argentina, mereka adalah tim yang sering melakukan kontak keras terhadap lawan. Hal seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi, apalagi di kompetisi sebesar Piala Dunia," tegasnya.
Ia menambahkan, tugas utama wasit adalah memastikan seluruh pemain mematuhi aturan sehingga pertandingan tetap berlangsung dalam semangat fair play.
Spanyol Tak Akan Terpancing
Meski mengantisipasi permainan agresif lawan, Laporte memastikan Spanyol tidak akan mengubah identitas permainannya.
La Roja, kata dia, tetap akan mengandalkan penguasaan bola dan sportivitas tanpa membalas permainan keras yang mungkin diperagakan lawan.
"Sejak awal turnamen kami bermain dengan cukup sportif. Kami tidak datang ke lapangan untuk menendang lawan atau melakukan pelanggaran yang berlebihan. Itulah yang akan kami pertahankan di final nanti," ujarnya.
Bek berusia 31 tahun itu mengungkapkan gaya bermain Argentina memang sempat menjadi pembahasan di ruang ganti Spanyol. Namun, seluruh pemain sepakat fokus pada permainan sendiri dan menyerahkan urusan penegakan aturan kepada wasit.
Argentina Tetap Percaya Diri Menuju Final
Sepanjang perjalanan menuju partai puncak, Argentina memang beberapa kali menjadi sorotan karena dianggap memperoleh keuntungan dari sejumlah keputusan wasit.
Meski demikian, tim asuhan Lionel Scaloni berhasil melewati berbagai tantangan dan kembali mencapai final Piala Dunia sebagai juara bertahan.
Kini, duel Spanyol kontra Argentina diprediksi berlangsung sengit. Selain mempertemukan dua tim terbaik di turnamen, laga ini juga menjadi panggung pertarungan dua filosofi permainan berbeda dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026.
Sumber:

