Statistik Argentina vs Swiss: Messi Cs Dominan Total, Unggul Penguasaan Bola dan Tembakan
Grafik pertandingan babak pertama Argrntina VS Swis -ist-AI Gemini
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Statistik Argentina vs Swiss pada babak pertama perempat final Piala Dunia FIFA 2026 menunjukkan dominasi mutlak La Albiceleste. Tidak hanya unggul 1-0 melalui gol Alexis Mac Allister pada menit ke-10, tim asuhan Lionel Scaloni juga menguasai hampir seluruh aspek permainan saat menghadapi Swiss di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Sabtu (12/7).
Keunggulan Argentina lahir dari sundulan Alexis Mac Allister yang memanfaatkan sepak pojok akurat Lionel Messi. Namun, di balik gol tersebut, statistik Argentina vs Swiss memperlihatkan superioritas sang juara bertahan dalam penguasaan bola, distribusi umpan, hingga efektivitas menciptakan peluang berbahaya.
Memasuki ruang ganti, Argentina tampil sebagai tim yang jauh lebih dominan dibanding Swiss. Sementara itu, tim berjuluk Nati harus bekerja keras mencari solusi pada babak kedua apabila ingin menjaga asa lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.
Argentina Kuasai Permainan Sejak Menit Awal
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang. Lini tengah yang dikomandoi Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, dan Lionel Messi mampu mengontrol ritme permainan sehingga Swiss lebih banyak bertahan.
Data pertandingan menunjukkan Argentina menguasai bola hingga 58 persen, sedangkan Swiss hanya menikmati 42 persen penguasaan sepanjang babak pertama.
Dominasi tersebut turut tercermin dari jumlah operan yang berhasil diselesaikan. Argentina mencatatkan 289 operan sukses dengan akurasi yang tinggi, jauh meninggalkan Swiss yang hanya membukukan 195 operan sukses.
Keunggulan dalam distribusi bola membuat Argentina mampu membangun serangan secara sabar sekaligus memaksa Swiss terus bergerak menutup ruang.
Lini Serang Argentina Lebih Efektif
Selain unggul dalam penguasaan bola, Argentina juga tampil lebih tajam ketika menyerang.
Hingga babak pertama berakhir, Lionel Messi dan kolega melepaskan tujuh tembakan ke arah pertahanan Swiss. Dari jumlah tersebut, empat tembakan berhasil mengarah tepat ke gawang Gregor Kobel.
Tak hanya itu, Argentina juga sukses menciptakan dua peluang emas atau big chances yang berpotensi menambah keunggulan apabila mampu dimaksimalkan dengan lebih baik.
Sebaliknya, Swiss kesulitan mengembangkan permainan. Tim asuhan Murat Yakin hanya mampu menghasilkan tiga percobaan sepanjang babak pertama, dengan satu tembakan saja yang mengarah ke gawang Emiliano Martinez.
Yang lebih mencolok, Swiss sama sekali belum mampu menciptakan peluang emas untuk mengancam pertahanan Argentina.
Swiss Andalkan Permainan Fisik
Kesulitan mengimbangi permainan terbuka Argentina membuat Swiss lebih banyak mengandalkan duel fisik di lapangan tengah.
Strategi tersebut terlihat dari jumlah tekel yang dilakukan sepanjang 45 menit pertama. Swiss mencatatkan 15 tekel sukses untuk menghentikan aliran serangan Argentina, sementara La Albiceleste melakukan 12 tekel.
Intensitas permainan yang tinggi juga berdampak pada jumlah pelanggaran. Swiss melakukan enam pelanggaran sebagai upaya memutus ritme permainan lawan, sedangkan Argentina tampil lebih disiplin dengan hanya mencatat empat pelanggaran.
Meski bermain lebih keras, pendekatan tersebut belum mampu mengurangi dominasi Argentina yang terus mengendalikan tempo pertandingan.
Argentina Punya Modal Besar Menuju Semifinal
Keunggulan statistik pada babak pertama menjadi modal berharga bagi Argentina untuk menghadapi paruh kedua pertandingan.
Selain sudah unggul lewat gol Alexis Mac Allister, permainan kolektif yang diperagakan Lionel Messi dan rekan-rekannya menunjukkan keseimbangan antara penguasaan bola, efektivitas menyerang, serta soliditas saat kehilangan bola.
Di sisi lain, Swiss dituntut melakukan perubahan taktik apabila ingin membalikkan keadaan. Mereka harus lebih berani keluar menyerang tanpa kehilangan keseimbangan di lini belakang yang sepanjang babak pertama terus mendapat tekanan.
Dengan dominasi dalam hampir seluruh aspek permainan, Argentina berada di atas angin untuk mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia FIFA 2026. Namun, Swiss masih memiliki waktu 45 menit untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dan memberi kejutan di babak kedua.
Sumber:

