1 tahun disway

Kampung Sakura Sidomulyo Batu Makin Hidup, Omzet Tembus Rp5 Juta saat Weekend

Kampung Sakura Sidomulyo Batu Makin Hidup, Omzet Tembus Rp5 Juta saat Weekend

Gerbang menuju Kampung Sakura di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu-Sholeh-Diswaymalang.id

BATU, DISWAYMALANG.ID–Wisata Kampung Sakura di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, terus menunjukkan perkembangan positif. Keberadaannya masih stabil dan pertumbuhannya dinilai cukup baik hingga saat ini.

Dwi Lili Indayani, ketua Bumdes Mulyo Joyo Desa Sidomulyo, mengatakan, pihaknya aktif mengembangkan daya tarik baru di Kampung Sakura. Salah satunya dengan menambah spot foto bagi pengunjung. 

“Dulu dibagi 3 titik spot. Sekarang pusatnya ada di Spot 3, tapi di dalamnya ada beberapa sub-spot lagi yang bisa menampung lebih banyak orang,” jelasnya, Senin (29/6/2026).

BACA JUGA:PHRI Kota Batu Dorong Pengusaha Kafe Berinovasi Hadapi Persaingan

Dari sisi pendapatan, Kampung Sakura mencatat omzet harian yang konsisten. Pada hari biasa, wisata ini meraup omzet sekitar Rp2 juta per hari. Angka itu naik signifikan saat akhir pekan, bisa mencapai Rp5 juta per hari.

"Sekarang kita tidak ada tiket masuk. Cuma pengunjung kita kenakan tarif sewa baju khas ala Jepang untuk berfoto. Rata rata setiap hari ada 100 pengunjung," tambahnya.

Untuk mendongkrak kunjungan, pengelola menjalin kerja sama dengan Bus Tayo. Skemanya, setiap 10 pengunjung yang datang menggunakan Bus Tayo, akan mendapat 1 tiket gratis.

BACA JUGA:Bersih Desa Kelurahan Temas: Tradisi, Filosofi, dan Ritual Tarub Agung

Di sisi lain, pengelola juga menggandeng perusahaan kreatif bernama Creative Kokodema. Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk workshop yang rutin digelar di lokasi. Rata-rata ada 20 hingga 30 workshop yang dilaksanakan di Kampung Sakura.

“Secara bisnisnya memang sudah berjalan. Jadi tidak terlalu butuh dorongan promosi besar-besaran ke media lokal saja. Penjualannya sudah pakai sistem. Sekarang pengunjungnya tidak hanya dari sini, tapi banyak juga yang datang dari Malang, rata-rata ibu-ibu,” jelas Dwi Lili.

Dwi Lili menegaskan, keberadaan Kampung Sakura juga memberi efek positif bagi pelaku UMKM sekitar. Pihaknya menyiapkan area penjualan oleh oleh, tanaman hias, hingga bunga. Sehingga, pengunjung mendapatkan kemudahan untuk membawa pulang oleh oleh.

BACA JUGA:Sego Goreng Resek Malang: Legendaris sejak 1959, Sekali Masak 80 Porsi Sekaligus

“Intinya, keberadaan wisata ini masih terus berjalan dan bisa membantu menaikkan perekonomian warga sekitar,” tegasnya.

Sumber: