Indomobil eMotor Sprinto EV Tembus 300 Km: Uji Jalan Ungkap Kelebihan dan Kekurangannya
Indomobil eMotor Sprinto EV diuji 300 km, ungkap performa kuat, fitur lengkap, tapi ada catatan di baterai dan kenyamanan.-Yt Randy Waluya Nugraha-Yt Randy Waluya Nugraha
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Motor listrik Indomobil eMotor Sprinto EV menjadi perhatian setelah diuji dalam penggunaan harian dengan total jarak hampir 300 kilometer. Pengujian dilakukan selama lebih dari satu minggu dengan pola pemakaian rutin, termasuk perjalanan pulang-pergi kantor yang mencapai puluhan kilometer setiap hari.
Dalam uji tersebut, Indomobil eMotor Sprinto EV menunjukkan performa yang cukup impresif dari sisi tenaga dan fitur, namun tetap menyisakan sejumlah catatan pada aspek kenyamanan, sistem perangkat lunak, hingga efisiensi baterai. Motor ini dinilai berada di posisi menarik di segmen skutik listrik menengah di Indonesia.
Performa Harian Indomobil eMotor Sprinto EV
Dalam penggunaan sehari-hari, motor ini memiliki karakter akselerasi yang responsif namun terkadang kurang halus saat menghadapi kondisi lalu lintas padat. Saat throttle ditarik setengah, motor dapat terasa sedikit “tersendat” terutama pada mode berkendara Boost.
Sementara itu, mode Comfort dinilai lebih stabil dan nyaman untuk penggunaan dalam kota. Pengguna juga mencatat adanya bug pada sistem jam dan tanggal yang kerap kembali ke pengaturan awal setiap motor dimatikan, yang diduga berkaitan dengan sistem perangkat lunak.
Dari sisi ergonomi, posisi tombol Shift dan tombol mundur (R) dianggap terlalu berdekatan sehingga berpotensi membingungkan pengguna baru yang belum terbiasa dengan motor listrik.
Suspensi dan Handling di Jalan
Pada sektor suspensi, bagian depan masih menghasilkan bunyi “jeduk” saat melewati polisi tidur dengan kondisi tertentu. Sementara suspensi belakang cenderung keras saat digunakan solo riding, tetapi terasa lebih nyaman saat dibonceng.
Meski demikian, karakter suspensi yang agak kaku justru memberikan keuntungan saat motor dipakai bermanuver di jalan perkotaan. Handling terasa lebih stabil, terutama dengan dukungan ban berukuran lebar yang meningkatkan rasa percaya diri saat selap-selip di kemacetan.
Jarak Tempuh dan Performa Baterai
Salah satu catatan penting dari pengujian adalah efisiensi baterai yang masih terbatas. Dalam perjalanan sekitar 38 kilometer, indikator baterai dapat turun hingga sekitar 30 persen. Dengan kapasitas baterai sekitar 2,4 kWh, motor ini dinilai belum ideal untuk perjalanan jauh tanpa pengisian ulang.
Namun di sisi lain, sektor performa menjadi nilai kuat. Indomobil eMotor Sprinto EV mampu mencapai kecepatan hingga sekitar 87 km/jam dengan akselerasi yang ringan dan responsif. Sistem hub drive dengan torsi besar membuat motor ini terasa bertenaga di berbagai mode berkendara.
Fitur dan Teknologi yang Disematkan
Sprinto EV dibekali berbagai fitur modern seperti layar digital yang mendukung navigasi, mirroring, dan pemutar musik via Bluetooth. Motor ini juga memiliki fitur keselamatan seperti traction control system (TCS), hill start assist, serta regenerative braking yang dapat diatur dalam beberapa tingkat.
Fitur keyless system menjadi salah satu nilai tambah, dengan fungsi remote start, alarm anti-maling, hingga answer back system. Selain itu, motor ini juga sudah mendukung fast charging, meski membutuhkan daya besar dan koneksi langsung ke baterai.
Desain dan Posisi di Pasar
Dari sisi desain, Sprinto EV mengusung gaya skutik modern dengan karakter agresif yang sesuai selera pasar Asia Tenggara. Dimensi yang seimbang membuatnya cukup nyaman untuk penggunaan harian, baik di jalanan padat maupun perjalanan jarak menengah.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Indomobil eMotor Sprinto EV menawarkan kombinasi desain menarik, fitur lengkap, dan performa tenaga yang kuat. Namun demikian, masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan seperti efisiensi baterai, kenyamanan suspensi, dan stabilitas sistem perangkat lunak.
Dengan harga di segmen menengah, Sprinto EV menjadi salah satu opsi motor listrik yang menyasar pengguna yang ingin transisi dari skutik bensin ke kendaraan listrik tanpa kehilangan rasa berkendara konvensional.(*)
Sumber: youtube randy waluya nugraha


