1 tahun disway

Indomobil eMotor Sprinto Diuji: Motor Listrik Ini Stabil, Fitur Lengkap, Tapi Ada Catatan Teknis

Indomobil eMotor Sprinto Diuji: Motor Listrik Ini Stabil, Fitur Lengkap, Tapi Ada Catatan Teknis

Indomobil eMotor Sprinto diuji: motor listrik stabil, fitur lengkap, efisien, namun masih ada catatan pada sistem baterai dan konektor.-Yt Otomotif Compascom-Yt Otomotif Compascom

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Kehadiran Indomobil eMotor Sprinto kembali menjadi sorotan setelah diuji dalam penggunaan jalan harian. Motor listrik ini menawarkan kombinasi stabilitas berkendara, fitur modern, serta efisiensi yang cukup kompetitif di kelasnya.

Dalam pengujian tersebut, Indomobil eMotor Sprinto menunjukkan karakter yang cenderung stabil dan mudah dikendalikan, terutama saat digunakan di jalan perkotaan. Penggunaan velg ring 14 inci membuat motor terasa lebih menapak dan tidak mudah limbung saat melewati berbagai kondisi jalan.

Sementara itu, dari sisi karakter tenaga, Indomobil eMotor Sprinto memiliki akselerasi yang dibuat halus dan tidak menghentak. Karakter ini dinilai lebih aman karena membuat pengendara dapat mengontrol motor dengan lebih mudah, terutama saat menghadapi kemacetan lalu lintas.

Handling dan Kenyamanan Berkendara

Secara keseluruhan, Sprinto memberikan kenyamanan yang menyerupai skutik konvensional berbahan bakar bensin. Suspensinya berada di titik tengah, tidak terlalu empuk maupun keras, sehingga cukup efektif meredam jalan berlubang dan permukaan aspal yang tidak rata.

Suspensi belakang juga dapat diatur sesuai kebutuhan, sementara karakter jok tergolong cukup untuk penggunaan harian. Dalam kondisi jalan bergelombang, getaran yang dirasakan juga relatif minim sehingga meningkatkan kenyamanan berkendara jarak menengah.

Performa dan Mode Berkendara

Indomobil eMotor Sprinto dibekali tiga mode berkendara, yaitu Eco, Sport, dan Boost. Perbedaan utama dari mode tersebut terletak pada batas kecepatan, bukan pada respons gas yang signifikan.

Mode Eco membatasi kecepatan hingga 40 km/jam, Sport hingga 70 km/jam, dan Boost mencapai 90 km/jam. Meski demikian, respons akselerasi tetap terasa seragam di semua mode, sehingga karakter berkendara cenderung konsisten.

Motor ini juga sudah dilengkapi regenerative braking dengan dua tingkat pengaturan yang dapat diakses melalui tombol di setang kanan, membantu efisiensi energi saat deselerasi.

Fitur Teknologi dan Kelengkapan

Dari sisi teknologi, Sprinto termasuk cukup lengkap di kelas motor listrik perkotaan. Motor ini sudah mendukung Android Auto, Apple CarPlay, screen mirroring, serta layar sentuh untuk navigasi dan kontrol multimedia.

Sistem hiburan juga memungkinkan pemutaran musik melalui speaker bawaan. Namun, pada kondisi malam hari, tingkat kecerahan layar tidak dapat diatur sehingga tampilan cenderung terlalu terang bagi sebagian pengguna.

Fitur lain yang tersedia meliputi keyless system dengan tambahan alarm, USB port tipe A dan C, serta ruang penyimpanan kecil di bagian depan. Bagasi cukup luas untuk menyimpan jas hujan atau jaket, meski tidak cukup untuk helm standar.

Konsumsi Energi dan Jarak Tempuh

Dalam pengujian rute Bogor–Petukangan sejauh sekitar 52 kilometer, konsumsi energi tercatat sekitar 22 Wh/km pada kecepatan stabil 60 km/jam. Namun, ketika digunakan lebih agresif hingga 90 km/jam di kondisi lalu lintas padat, konsumsi meningkat menjadi sekitar 29 Wh/km.

Dengan kondisi tersebut, klaim jarak tempuh sekitar 110 kilometer masih tergolong realistis, tetapi sangat bergantung pada gaya berkendara. Penggunaan yang halus akan menghasilkan efisiensi lebih baik dibandingkan penggunaan agresif.

Catatan Teknis dan Evaluasi

Salah satu catatan dalam pengujian adalah konektor baterai yang dilaporkan kurang stabil pada kondisi jalan bergelombang. Dalam beberapa kasus, indikator baterai sempat turun drastis akibat konektor terlepas, sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang secara manual.

Sumber: yt otomotif kompascom

Berita Terkait