FKH UB Edukasi Peternak Sapi Perah di Batu, Fokus Cegah Mastitis dan Kendalikan Lalat Kandang
Antisipasi Dampak Infestasi Lalat, Tim Pengmas DPP SPP FKH UB Edukasi Peternak KUD Batu Berbasis SDGs -fkh.ub.ac.id---
MALANG, DISWAYMALANG.ID– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) melaksanakan program edukasi dan pelayanan kesehatan ternak secara door-to-door di wilayah KUD Batu, Kota Batu, pada 15–23 Mei 2026.
BACA JUGA:Dosen FEB UB Soal Rupiah yang Terus Melemah: Belum Perlu Terlalu Khawatir
Dikutip melalui laman resmi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya pada Sabtu (30/05). Kegiatan yang merupakan implementasi Program Hibah DPP SPP PkM Tahun 2026 ini dipimpin oleh drh. Shelly Kusumarini R., M.Si. bersama enam mahasiswa FKH UB angkatan 2024, yaitu:
- Adelia Syahda Salsabila Rakhman
- Farisha Rany Az Zahra
- Sausan Nabila Ayuandita
- Zulfa Harsanti Azis
- Muhammad Rasyid Ridho
- Muhammad Renaldi Yardan Ahkam Barlyan.
Program tersebut berhasil menjangkau dan memberikan pendampingan kepada 30 peternak sapi perah di wilayah KUD Batu.
Kegiatan difokuskan pada mitigasi gangguan lalat kandang serta pencegahan mastitis atau radang ambing pada sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH). Selain edukasi, tim juga melakukan pelayanan kesehatan ternak dan pendampingan langsung kepada peternak untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan hewan.
BACA JUGA:Perubahan Nama Empat Fakultas di UB untuk Jawab Tantangan Zaman dan Kebutuhan Masyarakat
Menurut drh. Shelly Kusumarini R., M.Si., populasi lalat biasanya meningkat signifikan pada awal musim hujan dan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan ternak maupun produksi susu.
“Selama ini masih banyak peternak yang menggunakan cairan sabun cuci piring untuk mengusir lalat di kandang. Melalui program ini kami memberikan pemahaman bahwa pengendalian lalat yang efektif harus dilakukan melalui sanitasi kandang secara berkelanjutan, seperti membersihkan kotoran dan sisa pakan secara rutin agar siklus hidup lalat dapat diputus,” jelasnya.

Antisipasi Dampak Infestasi Lalat, Tim Pengmas DPP SPP FKH UB Edukasi Peternak KUD Batu Berbasis SDGs -fkh.ub.ac.id---
Ia juga menambahkan bahwa tim mendorong peternak untuk menerapkan metode pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui penanaman tanaman pengusir lalat, salah satunya serai wangi (Cymbopogon winterianus).
Sebagai bentuk dukungan kepada peternak, tim FKH UB menyerahkan bantuan vitamin ternak dan spray anti-lalat kepada seluruh peserta program. Selain itu, peternak juga dibekali Form Monitoring Aktivitas Lalat dan Perilaku Pertahanan Sapi untuk memantau tingkat gangguan lalat secara mandiri.
BACA JUGA:FKH UB Gelar Penyembelihan Hewan Kurban, Warga Sekitar Kampus Ikut Rasakan Manfaatnya
Melalui formulir tersebut, peternak dapat mencatat berbagai respons stres pada sapi, seperti frekuensi menggelengkan kepala, menghentakkan kaki, mengibaskan ekor, mengedutkan kulit, hingga menggerakkan telinga. Data tersebut penting untuk membantu mendeteksi dampak infestasi lalat terhadap kondisi ternak.
“Pengamatan sederhana yang dilakukan peternak setiap hari sangat bermanfaat. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan satu ekor lalat pada kaki sapi dapat menurunkan produksi susu hingga 0,22 kilogram per hari,” ujar drh. Shelly.
Sumber: fkh.ub.ac.id




