1 tahun disway

‎Mitos Daging Kambing/Sapi Picu Hipertensi, Ini Penjelasan Dinkes Kota Batu

‎Mitos Daging Kambing/Sapi Picu Hipertensi, Ini Penjelasan Dinkes Kota Batu

‎Proses pemotongan daging kurban di Polres Batu-Sholeh -Diswaymalang.id

BATU, DISWAYMALANG.ID--Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa daging kambing atau sapi dapat meningkatkan hipertensi atau darah tinggi dan penyakit lain. ‎Saat momen Iduladha seperti ini bisa dipastikan hampir semua masyarakat sekarang mendapatkan daging kurban. Baik daging sapi atau kambing. Mereka mengolah daging menjadi berbagai masakan yang nikmat. 

‎Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu dr Yuni Astuti menjelaskan, pada dasarnya daging sapi maupun kambing memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi tubuh.

BACA JUGA:Rahasia Sehat dari Dapur: 9 Keajaiban Rebusan Serai dan Bawang Putih untuk Tubuh

‎Menurutnya, yang menyebabkan daging  kehilangan nilai gizi adalah cara memasaknya. Yakni mengolah daging menjadi masakan bersantan pekat atau menggunakan kecap dan saus secara berlebihan. 

‎"Gulai, tongseng, atau semur memang menggugah selera. namun menyimpan risiko besar. Kecap itu sebenarnya tinggi natrium, dan natrium yang tinggi itu jelek untuk tekanan darah," jelasnya, Jumat (29/5).

BACA JUGA:Habis Makan Daging Kurban? Ini Air Rebusan Daun yang Dipercaya Bisa Turunkan Kolesterol

‎Dokter Yuni menegaskan, faktor utama lonjakan tekanan darah atau kolesterol ada pada bumbu tambahan yang ikut dimasak, bukan pada daging. Menurutnya kombinasi santan, kecap, dan saus instan yang justru memicu tekanan darah tinggi dan gangguan kardiovaskular.

‎"Sehingga kalau daging ingin tetap sehat maka cara memasaknya harus diperhatikan. Cara paling aman ada tiga, yakni direbus, dikukus dan dipanggang,” katanya. 

BACA JUGA:Kebanyakan Makan Daging Kambing saat Iduladha? Ini Cara Menetralisirnya

‎Lebih lanjut, dr Yuni menjelaskan, untuk mematangkan dan melunakkan daging adalah dengan direbus. Cara ini dinilai paling aman, karena tidak menambah kalori berlebih pada daging. Sementara itu, daging merah akan terjaga keaslian nutrisinya dengan cara dikukus. 

‎"Memanggang daging di atas teflon juga bisa dilakukan. Tapi harus menggunakan minyak yang berkualitas baik dan secukupnya," jelas dr Yuni.

BACA JUGA:Intervensi Awal Penyakit Jantung Anak, Ratusan Siswa di Kota Batu Jalani Skrining

‎Sementara itu, dr Yuni mengimbau masyarakat yang suka mengolah daging dengan dibakar. Apalagi mengolahnya hingga gosong. Yang dikhawatirkan kalau gosong akan menimbulkan zat karsinogenik yang bisa memicu kanker.

‎"Membakar daging boleh boleh saja. asalkan dilakukan dengan benar dan tidak sampai gosong. karena kalau sampai gosong mengandung zat Karsinogenik," tegasnya.

Sumber: