Penataan Simpang Patih Kota Batu Dipastikan Tak Abaikan Pedagang
Deretan kios PKL di Simpang Patih Kota Batu -Sholeh -Diswaymalang.id
BATU, DISWAYMALANG.ID--Pemkot Batu memastikan proses penataan pedagang di Simpang Empat jalan Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri dan Hasanudin (Simpang Patih) tetap mengedepankan pendekatan humanis dan musyawarah.
Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menyampaikan sosialisasi proyek prioritas daerah itu sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Yaitu mulai tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.
BACA JUGA:Nasib Relokasi Pedagang Indragiri Masih Dikaji Pemkot Batu
"Sosialisasi telah kami lakukan secara bertahap sejak tahun lalu. Ini agar masyarakat memahami arah pembangunan yang tengah disiapkan pemerintah daerah," katanya, Jumat (22/5).
Menurut Heli, penataan Simpang Patih merupakan proyek wajah baru gerbang masuk Kota Wisata Batu. Proyek tersebut mencakup pelebaran jalan, pembenahan drainase, serta penataan infrastruktur pendukung lain.
BACA JUGA:Pedagang Resah karena Terdampak Pelebaran Jalan Simpang Empat Panglima Sudirman Kota Batu
"Proyek ini selain untuk menambah keindahan Kota, juga agar masyarakat dan wisatawan semakin nyaman berada di Kota Batu," urainya.
Untuk diketahui, tahap awal proyek pelebaran jalan Simpang Patih dimulai dengan pembongkaran Pos Polisi pada Rabu (13/5). Tidak hanya Pos Polisi, 28 kios pedagang nanti juga akan dibongkar untuk memuluskan program tersebut.
BACA JUGA:Pos Polisi di Simpang Empat Panglima Sudirman Kota Batu Dibongkar untuk Proyek Pelebaran Jalan
Esty Dwiastuti, kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu menyampaikan, pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu.
"Proyek ini akan mulai dikerjakan pada akhir Juni 2026 dengan durasi pekerjaan selama 150 hari kalender," ulasnya.
Esty menegaskan, pihaknya telah mengumumkan proyek tersebut jauh hari sebelum pelaksanaan. Menurutnya yang akan terdampak proyek tidak hanya warung di jalan Indragiri dan Panglima Sudirman, tetapi semua masyarakat Kota Batu karena adanya kemacetan.
"Kami pasang banner informasi terkait pelebaran jalan. Supaya masyarakat terdampak mengetahui adanya kegiatan proyek tersebut," tegasnya.
Sumber:




