FK UB Kirim Mahasiswa Belajar Manajemen RS ke Malaysia lewat Program Outbound 2026
Potret bersama para mahasiswa yang melakukan kegiatan hospital visit ke malaysia--prasetya.ub.ac.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Upaya memperluas wawasan global mahasiswa terus dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB). Salah satunya melalui Student Outbound Program: Hospital Visit Malaysia 2026 yang digelar oleh Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit pada 26–29 April 2026.
Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami perbedaan sistem pengelolaan rumah sakit antara Indonesia dan luar negeri. Fokus utama pembelajaran mencakup mutu layanan kesehatan, sistem pembiayaan, hingga manajemen sumber daya di fasilitas kesehatan modern.
Dikutip Disway Malang dari laman resmi UB, Jumat (1/5/2026) Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Devita Rahmani Ratri MSc selaku ketua panitia, didampingi Shofi Nur Rahmah SE MM sebagai dosen pendamping. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan di UB sebelum peserta diberangkatkan ke Malaysia.
BACA JUGA:May Day Tanpa Demo di Malang, Pemkot Perkuat Hubungan Industrial dan Serap Aspirasi Buruh
Selama program berlangsung, mahasiswa melakukan kunjungan ke dua rumah sakit pendidikan, yakni MSU Medical Center dan Hospital Sultan Abdul Aziz Shah di lingkungan Universiti Putra Malaysia.
Di lokasi, peserta tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga mempelajari langsung sistem kerja rumah sakit, mulai pelayanan pasien, pengelolaan mutu, hingga administrasi dan keuangan. Diskusi dengan pihak manajemen rumah sakit turut menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana kebijakan kesehatan diterapkan secara nyata.
Menurut dr Devita, program ini menjadi sarana pembelajaran yang tidak bisa didapatkan hanya melalui perkuliahan. Mahasiswa diajak untuk melihat langsung praktik terbaik di rumah sakit luar negeri, sekaligus mengkaji peluang penerapannya di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengamati praktik manajemen rumah sakit di tingkat internasional, sehingga dapat menjadi bekal dalam pengembangan sistem kesehatan di Indonesia,” ujarnya.
BACA JUGA:Sinyal Bahaya PHK di Malang, Kenaikan BBM Picu Lonjakan Biaya Produksi Industri Plastik hingga 70%
Ia menambahkan, pengalaman ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa dalam merancang sistem manajemen rumah sakit yang lebih efektif dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Selain memperdalam aspek akademik, kegiatan ini juga membuka wawasan mahasiswa terhadap inovasi layanan kesehatan di Malaysia, termasuk pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efisiensi pelayanan serta pendekatan berbasis keselamatan pasien.
Malaysia sendiri dikenal memiliki sistem layanan kesehatan yang cukup maju di kawasan Asia Tenggara dengan kombinasi layanan publik dan privat yang berjalan beriringan. Hal ini menjadikan negara tersebut sebagai salah satu rujukan dalam studi perbandingan manajemen rumah sakit.
BACA JUGA:Pemprov Jatim Ingin Menghapus Stigma 'Maut' Jembatan Cangar, Ini Rencana Proyeknya
Sumber: prasetya.ub.ac.id




