Rektor UIN Malang: Gen Z Harus Jadi Kartini Baru di Era Media Sosial
Rektor UIN Maliki Malang--
DINOYO, DISWAYMALANG.ID–Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Ilfi Nur Diana menegaskan semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Khususnya generasi Z yang hidup pada era digital.
Hal itu disampaikan Prof Ilfi dalam refleksi Hari Kartini 2026 bertajuk" Kartini Reborn: Saat Gen-Z Menggugat Ulang Makna Kesetaraan". Menurutnya, perjuangan Kartini bukan sekadar catatan sejarah, namun energi moral yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan modern.
“Nilai-nilai Kartini hari ini hadir dalam cara generasi muda memandang pendidikan, identitas, keadilan sosial, dan relasi antarmanusia,” ujar Prof. Ilfi, Selasa (21/4).
Ia menjelaskan, Kartini pada masanya berjuang membuka akses pendidikan bagi perempuan dan menolak keterbatasan berpikir. Semangat itu, kata dia, kini menemukan bentuk baru melalui teknologi yang membuka ruang belajar lebih luas.
Namun demikian, Prof Ilfi mengingatkan masih adanya kesenjangan akses pendidikan akibat faktor ekonomi, geografis, dan literasi digital. Karena itu, generasi muda didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen perubahan.
“Gen Z harus mampu memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan pengetahuan, membuat konten edukatif, dan membangun komunitas belajar yang inklusif,” tegasnya.
Selain pendidikan, Prof Ilfi menilai semangat Kartini juga tercermin dalam keberanian generasi muda mengekspresikan identitas diri di tengah keberagaman budaya dan pemikiran.
Meski begitu, ia menekankan bahwa kebebasan berekspresi tetap harus dibarengi tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.
“Kebebasan harus tetap menjaga etika, menghargai orang lain, dan tidak merendahkan sesama,” katanya.
Prof. Ilfi juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda di ruang publik dan kepemimpinan. Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang baru bagi anak muda untuk menyuarakan gagasan, terlibat dalam gerakan sosial, hingga mendorong perubahan.
Ia menegaskan ruang publik digital harus dikelola secara sehat, terbuka, dan memberi kesempatan yang sama bagi semua pihak.
“Semangat Kartini mendorong hadirnya ruang yang adil, di mana setiap orang punya kesempatan didengar dan berpartisipasi,” ujarnya.
Sumber:




