Horor Satir yang Mendunia: 7 Fakta Mencengangkan Film 'Ghost in the Cell' Karya Joko Anwar
Poster film Ghosts in the Cell--imdb
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Sutradara kondang Joko Anwar kembali menggebrak layar lebar lewat proyek horor-komedi eksperimental terbaru berjudul Ghost in the Cell. Mulai menyapa penonton di bioskop Tanah Air pada 16 April 2026, film ini bukan sekadar pamer ketakutan supernatural, melainkan sebuah aksi satir sosial yang menjadi metafora tajam atas rusaknya sistem keadilan kita.
Ceritanya membawa kita ke dalam sebuah penjara yang mendadak mencekam karena teror kekuatan gaib dahsyat, di mana para napi tewas satu per satu di tangan "Hantu" yang secara spesifik mengincar mereka dengan aura negatif.
Selain narasinya yang segar dengan sentuhan humor kuat, film ini diperkuat oleh jajaran aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya, Morgan Oey, Lukman Sardi, hingga komedian kawakan Tora Sudiro dan Aming Sugandi.
Sudah siap memacu adrenalin sekaligus tertawa miris di bioskop akhir pekan ini? Sebelum berangkat, simak dulu 7 fakta keren di balik layar Ghost in the Cell yang ditulis dan disutradarai langsung oleh Joko Anwar berikut ini.
BACA JUGA:Ragam Tipe Jeans Wanita: Panduan Memilih Gaya yang Tepat
1. Horor Komedi Satir yang Menyentil Realita
Jauh dari kesan konyol, Joko Anwar memilih jalur satir untuk menyindir sistem kekuasaan yang korup. Penjara Labuhan Angsana digambarkan sebagai miniatur sebuah negara yang sedang sakit. "Indonesia tuh saking absurd-nya, kita nggak tahu harus gimana lagi. Jadi aku membuat skenario yang bisa menangkap fenomena itu," ungkap Joko mengenai alasannya meramu rasa takut dengan tawa miris.
2. Premis Unik: Hantu Pemburu Aura Negatif

Cuplikan film Ghosts in the Cell--imdb
Keunikan film ini terletak pada sosok hantunya yang hanya mengincar mereka yang menyimpan dendam, kebencian, dan niat jahat. Ironisnya, para narapidana yang terbiasa bengis justru terpaksa berlomba-lomba berbuat baik dan menjaga emosi tetap positif agar selamat. Situasi absurd pun muncul saat para preman kelas kakap tiba-tiba rajin berdoa dan mengadakan kegiatan seni demi nyawa mereka.
3. Set Penjara Raksasa yang Ambisius

Cuplikan film Ghosts in the Cell--imdb
Demi estetika visual yang presisi, tim produksi membangun sendiri set penjara raksasa di dalam studio alih-alih menggunakan penjara asli. Terinspirasi dari aura suram Lapas Sukamiskin, set ini dilengkapi sel isolasi canggih dan sistem pencahayaan yang bisa berubah mengikuti suasana hati sang hantu. "Kalau inspirasinya sih, dari penjara Sukamiskin," kata Joko mengenai detail bangunan yang dikerjakan selama dua bulan tersebut.
Sumber: harian disway











