1 tahun disway

Fapet UB Tembus Top 3 Nasional 2026, Perkuat Daya Saing Global Universitas Brawijaya

Fapet UB Tembus Top 3 Nasional 2026, Perkuat Daya Saing Global Universitas Brawijaya

Dekan Fapet Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt, MP., IPM., ASEAN Eng.--prasetya.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Universitas Brawijaya kembali menunjukkan penguatan daya saing global pada 2026 melalui capaian strategis lintas bidang. Salah satu kontributor utama adalah Fakultas Peternakan (Fapet UB) yang menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dalam bidang Animal Science.

BACA JUGA:Profesor Aulanni’am dari Universitas Brawijaya Kembangkan Rapid Test Kit untuk Diagnosis Penyakit Hewan

Berdasarkan EduRank 2026, Fapet UB menempati peringkat ke-3 terbaik nasional dalam kategori 45 Best Universities for Animal Science in Indonesia. Posisi ini mencerminkan kekuatan akademik, produktivitas riset, serta kontribusi ilmiah dalam pengembangan ilmu peternakan.

Pengakuan serupa juga datang dari QS World University Rankings 2026 by Subject (Animal Science), yang kembali menempatkan Fapet UB di posisi ke-3 nasional. Penilaian QS meliputi reputasi akademik, reputasi industri, sitasi publikasi, serta jejaring internasional.

BACA JUGA:UB Terima 3.900 Mahasiswa Jalur SNBP 2026, Kedokteran dan Hukum Jadi Favorit

Sementara itu, dalam pemeringkatan SCImago Journal & Country Rank (SJR) 2026, Fapet UB juga berada di posisi ke-3 nasional dan peringkat 269 dunia setelah verifikasi data. Capaian ini menegaskan kekuatan publikasi ilmiah dan dampaknya di tingkat global.

Di tingkat nasional, melalui sistem SINTA 2026, Program S1 Peternakan UB berhasil meraih peringkat pertama di Indonesia, mencerminkan tingginya produktivitas riset dan kontribusi akademik sivitas.

Selain pemeringkatan, kualitas pendidikan Fapet UB juga diperkuat melalui akreditasi “Unggul” untuk Program Doktor (S3) Ilmu Ternak status tertinggi dalam sistem akreditasi nasional.

Dekan Fapet UB, Muhammad Halim Natsir, menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. “Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi representasi dari kualitas pembelajaran, riset, dan kolaborasi berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA:UIN Maliki Malang Diburu Mahasiswa Asing, 704 Pendaftar dari 44 Negara pada 2026

Senada, Ketua UPT Global Partnership & Reputation UB Hendrix Yulis Setyawan menekankan bahwa keberhasilan ini didukung strategi internasionalisasi melalui penguatan kolaborasi global dan peningkatan visibilitas akademik.

Dengan capaian tersebut, UB menegaskan komitmennya dalam membangun reputasi internasional secara berkelanjutan, melalui sinergi antara sains terapan dan bidang sosial-humaniora. Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas jejaring global, meningkatkan inovasi riset, serta menghasilkan lulusan yang kompetitif di kancah dunia. (RST/Humas UB)

BACA JUGA:Tenaga Kependidikan FEB UB Wajib Bersertifikat Kemenaker, Kampus Genjot Standar K3L secara Masif

 

Sumber: prasetya.ub.ac.id

Berita Terkait