1 tahun disway

Selecta dan MikuTopia Hadirkan Ekosistem Wisata Terintegrasi di Kota Batu

Selecta dan MikuTopia Hadirkan Ekosistem Wisata Terintegrasi di Kota Batu

Wisata Selecta yang menampilkan taman alam -Ist-

BATU, DISWAYMALANG.ID–Wajah pariwisata Kota Batu memasuki babak baru melalui kolaborasi strategi antara ikon wisata legendaris, Taman Rekreasi Selecta, dengan destinasi tematik modern MikuTopia. Kerja sama ini resmi diluncurkan sebagai langkah nyata dalam membangun ekosistem wisata yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

BACA JUGA: 9 Pantai Paling Indah di Malang Selatan, Surga Tersembunyi yang Wajib Masuk Daftar Keinginan Liburan

​Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Selecta baru-baru ini, kedua pengelola sepakat bahwa kunci pertumbuhan pariwisata masa depan bukan lagi terletak pada persaingan, namun pada penguatan layanan kolektif.

​Direktur Selecta Pramono mengungkapkan bahwa momentum libur Idul Fitri 1447 H menjadi bukti efektifitas kolaborasi ini. Tercatat adanya pertumbuhan kuantitas kunjungan sebesar 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA: Arus Balik Lebih Merata, Jasa Marga Imbau Waspadai Kepadatan di Rest Area 28-29 Maret

​Hingga H+6 Lebaran, terjadi peningkatan kunjungan yang signifikan. Kehadiran destinasi baru dalam satu kawasan terpadu terbukti menjadi magnet yang kuat bagi wisatawan, ujar Pramono. Puncak kunjungan tercatat pada H+3 dengan angka menembus 4.500 wisatawan, yang didominasi oleh pengunjung dari Surabaya Raya, Jakarta, Bogor, hingga Yogyakarta.

BACA JUGA: Cuaca Malang Raya 28 Maret: 37 Kecamatan Hujan Ringan, 4 Kecamatan Berawan, Jatim di Level Waspada Hujan Lebat

​Inovasi Tiket Terusan dan Layanan Shuttle

​Untuk mempermudah mobilitas pengunjung, kedua destinasi kini menghadirkan skema Bundling Ticket (Tiket Terusan). Wisatawan cukup membayar Rp145.000 untuk mengakses seluruh wahana di Selecta dan MikuTopia, atau memilih tiket reguler masing-masing sebesar Rp80.000.

BACA JUGA: Tanpa Mohamed Salah, Liverpool Siapkan Formasi 4-2-2-2, Andaalkan Florian Wirtz!

Tak hanya soal tiket, integrasi ini juga mencakup sistem transportasi terpadu. Fasilitas shuttl (pulang-pergi) disediakan bagi pemegang tiket terusan, memastikan perpindahan antar-lokasi berjalan mulus tanpa kendala parkir.

​"Ini adalah kolaborasi simbiotik. Kami ingin menciptakan pengalaman wisata yang holistik, sehingga wisatawan merasa dimudahkan dari sisi biaya maupun aksesibilitas," tambah Pramono.

BACA JUGA:Aston Inn Batu Sambut Lebaran dengan Menu Khas Nusantara dan Optimisme Okupansi

​Di sisi lain, Manajer Operasional MikuTopia Panji Akbar menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pendekatan kolaboratif dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat untuk mengelola area penyangga parkir.

​Lokasi parkir tambahan disiapkan di Dusun Gondang dan Desa Sumber Gondo. Untuk menghubungkan area parkir tersebut ke lokasi wisata, disediakan layanan shuttle serta ojek wisata bertajuk “Sobat Miku”.

​“Kami mengadopsi pendekatan berbasis evaluasi empiris. Ke depan, kami akan terus mengembangkan infrastruktur, termasuk pelebaran akses jalan dan penambahan armada mandiri untuk kenyamanan pengunjung,” jelas Panji.

​Diferensiasi Konsep: Alam dan Modernitas

​Strategi ini dinilai berhasil karena kedua destinasi memiliki identitas yang saling melengkapi (complementary). Selecta tetap konsisten sebagai destinasi keluarga berbasis keindahan alam, sementara MikuTopia menawarkan atraksi modern dengan wahana tematik yang kekinian.

BACA JUGA:Dua Spesies Anggrek Baru Ditemukan Balai Besar TNBTS di Lereng Gunung Semeru

​Menyambut libur sekolah pertengahan tahun mendatang, MikuTopia tengah mengebut pembangunan fasilitas baru seperti kolam renang dan rainbow slide. Terdapat pula wacana pengembangan tiket terusan menjadi multi-day pass guna mengakomodasi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di Kota Batu.

​Melalui sinergi ini, Selecta dan MikuTopia optimis dapat meningkatkan daya saing pariwisata Kota Batu di tingkat nasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi teladan bagi pengelola wisata lain bahwa kemajuan bersama jauh lebih bermakna daripada kompetisi semata.

Sumber: