Mengapa Dianjurkan Berbuka Puasa dengan yang Manis? Ini Dalil dan Penjelasannya dalam Islam
Kurma merupakan makanan sunnah yang dianjurkan untuk berbuka puasa.-Rozaq Wira-
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Saat bulan Ramadan, banyak umat Muslim dianjurkan untuk berbuka puasa dengan makanan atau minuman manis. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan masyarakat, melainkan memiliki dasar dalam ajaran Islam yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Berbuka puasa merupakan momen yang dinantikan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Dalam Islam, ada beberapa sunnah yang dianjurkan saat berbuka puasa, salah satunya adalah memulai berbuka dengan makanan manis.
Anjuran ini merujuk pada kebiasaan Rasulullah saw yang berbuka dengan kurma. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw biasa berbuka dengan kurma segar sebelum melaksanakan salat Maghrib.
BACA JUGA:9 Coffee Shop di Malang yang Buka Sampai Dini Hari, Cocok untuk Nongkrong Sambil Menunggu Sahur
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata:
“Rasulullah saw berbuka puasa dengan beberapa butir kurma segar sebelum salat. Jika tidak ada kurma segar, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada juga, maka beliau meneguk beberapa teguk air.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah saw memulai berbuka dengan sesuatu yang manis, yakni kurma. Karena itulah, umat Islam dianjurkan mengikuti sunnah tersebut sebagai bentuk meneladani kebiasaan Nabi.
Selain memiliki dasar dalam hadis, berbuka dengan yang manis juga memiliki hikmah bagi tubuh. Setelah berpuasa selama berjam-jam, kadar gula dalam darah cenderung menurun. Makanan manis seperti kurma dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat.
BACA JUGA:9 Tanda Orang Mendapat Malam Lailatul Qadar dan Anjuran Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan
Kurma sendiri dikenal sebagai makanan yang kaya akan nutrisi seperti glukosa alami, serat, vitamin, dan mineral. Kandungan tersebut membuat kurma menjadi pilihan yang tepat untuk mengembalikan energi setelah berpuasa.
Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa yang menjadi sunnah sebenarnya bukan sekadar rasa manisnya, tetapi jenis makanan yang dicontohkan Nabi, yaitu kurma. Jika tidak tersedia, maka boleh diganti dengan makanan atau minuman lain, bahkan cukup dengan air putih.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan bagi umatnya dalam menjalankan ibadah. Yang terpenting adalah mengikuti sunnah Nabi dengan niat meneladani beliau dalam berbuka puasa.
BACA JUGA:Rahasia Kuat Puasa Seharian! Ini 9 Menu Sahur yang Bikin Energi Tetap Terjaga
Sumber:
