Tahap Finalisasi, APBN Rp55 T Dialokasikan untuk THR ASN, TNI, dan Polri
Menteri Keuangan Purbaya memastikan anggaran THR ASN, TNI, Polri 2026 sebesar Rp 55 triliun telah siap.--Instagram--
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID--Menteri Keuangan Purbaya memastikan bahwa pemerintah sudah mengalokasikan anggaran Rp 55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN),TNI, Polri pada tahun 2026.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari paket stimulus untuk mendorong ekonomi di triwulan l pada tahun 2026. Dalam konferensi pers APBN KITA edisi Februari 2026, Senin (23/2/2026), Purbaya menjelaskan bahwa realisasi belanja negara hingga akhir Januari 2026 memang mengalami akselerasi yang signifikan.
Hal ini menyebabkan APBN mencatat defisit sebesar Rp 54,6 triliun atau setara dengan 0,21% dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Posisi defisit APBN tercatat mencapai Rp 54,6 triliun. Angka ini masih sangat terkendali dan berapa dalam koridor desain APBN 2026,” kata Purbaya dalam paparannya.
Purbaya menegaskan, meskipun APBN berada dalam posisi defisit pada awal tahun, belanja negara sengaja dipacu untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Salah satu komponen belanja utama yang akan segera dicairkan adalah THR dan tunjangan bagi para pensiunan.
“Pemerintah mencairkan THR bagi Aparatur Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri, dan para pensiunan dengan nilai total mencapai Rp 55 triliun," tambahnya.
Terkait waktu pencairan secara mendetail, Purbaya menyatakan bahwa saat ini diproses regulasi sedang difinalisasi. Ia menyampaikan, pengumuman resmi mengenai jadwal pembayaran akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi
Akselerasi belanja THR ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak ekonomi, mengingat pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2026 mampu mencapai angka 5,5% hingga 6%.
Selain THR, pemerintah juga memberikan stimulus tambahan berupa diskon tiket transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
“Untuk kereta api dan kapal laut diberikan diskon 30%, sementara angkutan penyeberangan memperoleh pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan, tiket pesawat domestik kelas ekonomi mendapatkan penurunan harga sekitar 17 sampai 18%,” jelasnya dikutip dari harian.disway.id.
Ia menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjangkau selama masa hari raya.
Sumber:
