1 tahun disway

Tarif 0% Ekspor Tekstil RI ke AS Bakal Berdampak Positif ke 4 Juta Pekerja dan Keluarga

Tarif 0% Ekspor Tekstil RI ke AS Bakal Berdampak Positif ke 4 Juta Pekerja dan Keluarga

Ilustrasi delapan peti kemas ekspor rempah ke Amerika Serikat yang dikirim melalui Terminal Petikemas Surabaya, Senin, 15 Desember 2025-Terminal Petikemas Surabaya---

JAKARTA, DISWAY.ID–Tarif ekspor nol persen ke AS menjadi angin segar tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri.  Pemerintah bakal menggenjot ekspor TPT ke AS 10 kali lipat dalam 10 tahun ke depan. Kondisi itu  diharapkan berdampak positif bagi 4 juta pekerja di sektor TPT, yang bila dijumlahkan bersama keluarganya, ada sekitar 20 juta penduduk Indonesia.

BACA JUGA:Perjanjian Perdagangan Timbal Balik: 1.819 Produk Asal Indonesia Bebas Biaya Masuk ke AS

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2). Penghapusan tarif melalui mekanisme tariff-rate quota (TRQ) ini akan membuat produk lokal jauh lebih kompetitif dibandingkan negara pesaing.

BACA JUGA:Lindungi Pengguna Android, Google Hapus 1,75 Juta Aplikasi Berbahaya dari Play Store!

"Ini manfaatnya nyata bagi 4 juta pekerja di sektor ini. Jika dihitung bersama keluarga mereka, ada sekitar 20 juta masyarakat Indonesia yang terdampak positif," ujar Airlangga dikutip dari Newsroom Disway.id.

Kebijakan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Airlangga menjelaskan bahwa pasar AS memiliki potensi 28 kali lipat lebih besar dibandingkan pasar domestik. Pemerintah pun mematok target ambisius: meningkatkan nilai ekspor TPT dari USD 4 miliar menjadi USD 40 miliar dalam satu dekade ke depan.

BACA JUGA:Persikoba Akan Tambah Amunisi Persiapan Liga 4 Nasional, Berburu Pemain di Liga 2 atau 3

"Pembukaan pasar ini sangat krusial. Kita berencana melompatkan nilai ekspor hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun," imbuhnya.

Kesepakatan ini merupakan buah manis dari negosiasi panjang sejak April 2025. Sebelumnya, produk Indonesia sempat terancam tarif tinggi sebesar 32 persen. Melalui lobi intensif, Indonesia berhasil mengamankan tarif 0-10 persen untuk produk tertentu, jauh di bawah tarif resiprokal dasar sebesar 19 persen yang disepakati sebelumnya.

BACA JUGA:Kontrak Tambang Resmi Diperpanjang hingga 2061, Saham RI di Freeport Tambah Jadi 63 Persen

Sumber: