Lima Profesor Baru Universitas Brawijaya Dikukuhkan, Soroti Isu Kesehatan, Lingkungan, dan Tantangan Data Mode
Universitas Brawijaya (UB) kembali menambah jajaran guru besar dengan mengukuhkan lima profesor baru. --
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID—Universitas Brawijaya (UB) kembali menambah jajaran guru besar dengan mengukuhkan lima profesor baru. Para akademisi lintasdisiplin ini akan resmi dikukuhkan dan menyampaikan orasi ilmiah di depan Senat Akademik Universitas, Selasa (10/2), di Gedung Samantha Krida UB.
Momentum pengukuhan ini menjadi penegasan kontribusi ilmiah UB dalam menjawab persoalan nyata masyarakat, mulai dari kesehatan publik hingga tantangan data modern.
BACA JUGA:Lima Guru Besar UM Sampaikan Orasi Ilmiah dalam Sidang Terbuka Senat Akademik
Kelima profesor yang akan dikukuhkan adalah:
- Prof Dra Trisilowati MSc PhD (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).
- Prof Defri Yona SPi MSc stud DSc (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).
- Prof Dr Eng Fadly Usman MT (Fakultas Teknik).
- Prof Dr Eng Ir Riyanto Haribowo ST MT IPM ASEAN Eng (Fakultas Teknik).
- Prof Achmad Efendi SSi MSc PhD (FMIPA).
BACA JUGA:Wali Kota Batu Ajukan Spek Tinggi untuk Sosok Sekda Definitif
Dalam orasi ilmiah yang dipersiapkan, Prof Trisilowati menyoroti peran matematika dalam pengambilan kebijakan kesehatan publik. Ia memperkenalkan model kontrol optimal SVEIAQHR yang dirancang untuk membantu mitigasi penyebaran COVID-19 melalui kombinasi intervensi vaksinasi, edukasi, dan karantina.
Model tersebut menggunakan pendekatan orde fraksional dengan hasil simulasi yang menunjukkan efektivitas strategi tersebut dalam menekan jumlah kasus aktif.
Prof Defri Yona dari bidang perikanan menyampaikan gagasan KERIS-LAUT, sebuah kerangka risiko integratif untuk pengendalian pencemaran laut di Indonesia. Pendekatan ini menggabungkan analisis alur polutan, proses akumulasi, dan dampaknya pada ekosistem serta kesehatan manusia—menekankan pentingnya strategi mitigasi holistik untuk negara kepulauan seperti Indonesia.
Isu kebencanaan pesisir menjadi fokus Prof Fadly Usman. Dalam orasinya, ia memaparkan Model KOSTAL yang menekankan kesiapsiagaan masyarakat dalam mitigasi tsunami, termasuk pengembangan sistem peringatan dini portabel yang terjangkau dan dapat diproduksi di tingkat desa.
BACA JUGA:Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Anugerah Kebudayaan PWI Pusat di HPN 2026
Prof Riyanto Haribowo menyajikan konsep River Index, sebuah kerangka penilaian kualitas perairan tropis yang mempertimbangkan mikroplastik bersama parameter fisik dan kimia air, serta dampak tata guna lahan. Indeks ini diharapkan memperkuat riset dan kebijakan pengelolaan perairan yang berkelanjutan di wilayah tropis.
Dari bidang statistika, Prof Achmad Efendi menyoroti tantangan analisis data modern bertingkat dan berdimensi tinggi melalui pengembangan mixed model berbasis hybrid PCA dan ICA. Pendekatan ini memungkinkan reduksi dimensi data sambil memastikan variabel prediktor independen, aplikasi yang relevan di berbagai sektor seperti kesehatan, ekonomi, serta media sosial.
BACA JUGA:Ramadan Digital Detox: Saatnya Mengistirahatkan Jari dan Menyejukkan Hati
Sumber:
