UIN Maliki Malang Nyatakan Kesiapan Jadi Penyelenggara Cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia
Menteri Agama Nassarudin Umar Bertolak Ke Mesir--
DINOYO, DISWAYMALANG.ID–Peluang pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia kian menguat. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menyatakan kesiapan untuk menjadi penyelenggara cabang perguruan tinggi Islam tertua di dunia tersebut di Tanah Air.
Pernyataan kesiapan itu disampaikan seiring langkah diplomatik pemerintah melalui lawatan Menteri Agama Nasaruddin Umar ke Mesir. Menag menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menindaklanjuti rencana kerja sama pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia.
BACA JUGA:Kampus China Tendang Harvard University dari Urutan Terbaik Dunia, Juga Dominasi 9 Besar Teratas
“Saya akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan kerja sama dengan Universitas Al-Azhar di Indonesia, sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral sejumlah negara Muslim,” ujar Nasaruddin Umar sebelum bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (18/1).
Selain agenda tersebut, Menag juga dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional bertema ekoteologi yang digelar Universitas Al-Azhar di Kairo.
Menurut Nasaruddin, pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia berpotensi menjadi solusi bagi mahasiswa Asia Tenggara yang selama ini harus menempuh studi langsung ke Mesir dengan berbagai tantangan geografis, ekonomi, dan dinamika regional.
BACA JUGA:Persiapkan Isu Strategis 2027, HM Sanusi dan Lathifah Shohib Jaring Aspirasi Publik Lewat RKPD
Menanggapi peluang tersebut, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang Prof Dr Abdul Hamid,l MAg menegaskan kesiapan institusinya untuk mengambil peran strategis.
“UIN Maliki Malang siap menjadi penyelenggara cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia,” tegas Abdul Hamid, Senin (19/1).
BACA JUGA:Syaban Dimulai 19 Januari Malam, Ini Doa Masuk Bulan Istimewa antara Rajab dan Ramadan
Ia menjelaskan, kesiapan tersebut didukung oleh tradisi akademik UIN Maliki Malang yang telah lama menerapkan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar perkuliahan, selaras dengan sistem pendidikan Universitas Al-Azhar.
Selain itu, UIN Maliki Malang juga memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, termasuk dosen-dosen alumni Timur Tengah dan perguruan tinggi luar negeri.
BACA JUGA:Wali Kota Madiun Kena OTT KPK, 9 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta!
Abdul Hamid menilai, apabila kerja sama ini terwujud, Indonesia berpeluang menjadi pusat studi Islam bagi kawasan Asia Tenggara sekaligus simpul pengembangan keilmuan Islam moderat di tingkat global.
Sumber:
