Jalur Pekalongan Tergenang Air, Sejumlah KA Tujuan Surabaya–Malang Terlambat hingga 5 Jam
Penumpang mengantri masuk ke gerbong di Stasiun Gubeng Surabaya-KAI Surabaya--
SURABAYA, DISWAYMALANG.ID–Dipicu genangan air di jalur utara wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, sejumlah perjalanan kereta api tujuan Surabaya dan Malang terlambat signifikan.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan perjalanan tersebut.
Ia menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional kereta api.
BACA JUGA:Libur Panjang Isra Miraj, KAI Daop 8 Surabaya Operasikan 5 KA Tambahan
“Aspek keselamatan menjadi kunci penting. Setiap jalur yang terdampak harus melalui pemeriksaan dan pemantauan secara intensif. Ini berdampak pada penambahan waktu tempuh, namun langkah tersebut wajib dilakukan demi keselamatan pelanggan dan petugas,” ucap Mahendro, Sabtu, 17 Januari 2026.
Hingga Sabtu pagi pukul 07.30 WIB, tercatat tiga perjalanan kereta api menuju Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan dengan rentang waktu antara 200 hingga 300 menit.
Dua kereta terlambat tiba di Stasiun Surabaya Pasarturi dan satu kereta mengalami keterlambatan kedatangan di Stasiun Malang.
BACA JUGA:Meski Jalur Sempat Terendam, 7 Kereta dari Stasiun Malang Tetap Berangkat Tepat Waktu
Tiga kereta api yang terdampak keterlambatan tersebut adalah KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasarturi, KA Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi, serta KA Jayabaya relasi Pasarsenen–Malang.
Sementara itu, untuk keberangkatan dari wilayah Daop 8 Surabaya hingga pukul 09.00 WIB, PT KAI mencatat sebanyak 18 perjalanan kereta api berangkat tepat waktu.
Dari jumlah tersebut, tujuh kereta berangkat dari Stasiun Surabaya Pasarturi, enam dari Stasiun Surabaya Gubeng, dan lima dari Stasiun Malang.
BACA JUGA:Probolinggo Akan Dijangkau Commuter Line, Perpanjangan Jalur Surabaya-Pasuruan
PT KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan koordinasi dengan seluruh unit terkait guna memastikan pelayanan kepada penumpang tetap optimal di tengah gangguan operasional akibat cuaca ekstrem.
“KAI terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal, aman, dan selamat,” pungkas Mahendro.
Sumber: harian.disway.id
