1 tahun disway

Pemdes Tulungrejo Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Cair, Pakai Alat Buatan Poltekad

Pemdes Tulungrejo Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Cair, Pakai Alat Buatan Poltekad

Bersama warga Tulungrejo, mahasiswa Poltekad melakukan pemrosesan sampah menjadi bahan bakar cair dengan sistem pirolisis -Ist-

BATU, DISWAYMALANG.ID--Mahasiswa Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Praktek Kerja Nyata (PKN) di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Mereka membuat konversi sampah non-organik menjadi bahan bakar cair menggunakan teknologi pirolisis.

Kegiatan yang mendapat banyak manfaat positif dari pemerintah desa ini tidak hanya menawarkan solusi praktis penanganan sampah. Tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomis. 

BACA JUGA: Cuaca Malang Raya 15 Januari 2026 Didominasi Awan, Hujan Berpeluang Turun Tidak Merata Siang Hari

Dalam pemaparannya, Komandan Poltekad Letkol Arh Agus Setiawardi ST MM menyatakan, kegiatan PKN kali ini sengaja menitikberatkan pada persoalan lingkungan yang konkret di masyarakat.

"Selain itu, sebagai bentuk komitmen energi hijau, kami juga menerapkan energi tenaga surya untuk penerangan di titik pengolahan ini,” jelas Agus Setiawardi di balai Desa Tulungrejo, Rabu (14/1).

Hadir pada acara itu Kepala Desa Tulungrejo Suliono, jajaran perangkat desa, serta seluruh mahasiswa peserta PKN.

BACA JUGA: Menghasilkan Kurangi Timbunan Sampah dengan Sistem One Day Process, Tanpa Penimbunan di Landfill

Kepala Jurusan Mesin Poltekad Letkol Arh Harnyoto ST,MM, dalam kesempatan yang sama, mengungkapkan rasa terima kasih atas keberhasilan penerapan teknologi tersebut. Ia memaparkan secara rinci efisiensi dan potensi hasil dari alat pirolisis yang digunakan.

“Kami bersyukur PKN ini ternyata bisa menguraikan permasalahan sampah non-organik. Alat ini memiliki nilai karena tambah bisa menghasilkan bahan bakar cair. Dari sampah plastik sebanyak lima kilogram, kita bisa menghasilkan sekitar empat liter bahan bakar cair,” papar Harnyoto.

Harnyoto menjelaskan, produk cair yang dihasilkan masih memiliki potensi untuk dimurnikan lebih lanjut. “Jika melalui tahapan proses pengolahan lanjutan, bahan bakar ini bisa dihasilkan untuk keperluan kendaraan, seperti bensin dan solar, atau juga minyak tanah. Namun untuk saat ini, penekanan kami masih pada pengolahan dasar menjadi bahan bakar cair,” jelasnya.

BACA JUGA: Wali Kota Batu dan Wakil Hadiahi Jaket-Helm Riders kepada AKBP Andi Yuda Pranata

Sementara itu, Kades Tulungrejo Suliono menegaskan, kehadiran mahasiswa dan dosen Poltekad beserta teknologinya memberikan dampak langsung bagi upaya penanganan sampah di wilayahnya.

Dengan adanya kegiatan PKN ini, pihaknya sangat terbantu dalam hal penanganan sampah menjadi BBM. "Ini sangat berguna sebagai menunjang proses penanganan dan pengolahan sampah kami,” ujar Suliono dengan semangat.

Komitmen desa tidak berhenti pada apresiasi. Suliono menyatakan kesiapan untuk mengadopsi dan meneruskan penggunaan teknologi tersebut. “Kami akan menggunakan alat buatan Politeknik Angkatan Darat ini. Untuk saat ini, kami telah bersepakat menggunakan dua unit alat,” tambahnya.

Alat dengan sitem pirolisis ini berhasil mengolah 5 kg sampah plastik menjadi 4 liter bahan bakar cair. Pengembangan berikutnya adalah pembagian bahan bakar cair ini menjadi bensin dan solar, atau juga minyak tanah.

"ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah model pengelolaan sampah terpadu," kata kepala desa yang dikenal nyentrik ini.

Sumber: