Sego Empok Prasmanan Mewah, Baru Lima Bulan Mampu Luluhkan Pecinta Kuliner di Batu
Pagi hari Sego Empok Prasmanan Mewah, sudah diserbu pecinta kuliner.--
BATU, DISWAYMALANG.ID--Sego empok Prasmanan Mewah (mepet sawah) di Dusun Suko Rembug, Desa Sidomulyo, Kota Batu, baru lima bulan jualan sejak Juli 2025. Namun warung ini menjadi jujugan para pecinta kuliner tradisional di Kota Batu.
Menu yang ditawarkan di warung prasmanan ini adalah nasi empok, nasi putih, dan campuran keduanya. Dengan aneka sayur khas Jawa bersantan.
“Sayur tempe tahu, sayur manisa (labu), dan sayur tewel serta urap-urap. Pengunjung silakan ambil sendiri dengan ditambah 2 lauk tahu, tempe, atau mendol kita beri harga Rp10 ribu,” kata Icuk, pemilik warung ini, ditemui Disway Malang, Sabtu (10/1).

Lauk tambahan yang siap memanjakan lidah pelanggan-panca rp-
BACA JUGA: Stasiun Lumpia Pelopor Lumpia Online di Kota Batu
Diterangkanya, kalau tambah lauk yang lain maka bayarnya bertambah sesuai harga lauk tersebut. “Warung empok prasmanan ini saat ini menjadi tren, selain bisa mengambil sesuai takaran, juga bisa menyesuaikan cuan,” terangnya.
Jalan menuju warung ini di ujung gang yang lebarnya 1 meter, dengan berjalan kaki sejauh 150 meter. Namun ketika sudah sampai warung Mewah ini ada hamparan luas yang diisi aneka bunga.
Bagi pengendara sepeda dan sepeda motor bisa langsung parkir di warung. Kalau mobil diparkir di depan gang. "Memang letak kami ada di tengah hamparan petani tanaman penghasil bunga dan kita akan melihat Gunung Panderman dengan lega karena hamparan bunga dengan latar belakang Gunung Panderman," papar Icuk.
BACA JUGA: Cilok Sultan Cak Anam Bikin Kaesang Ketagihan
Pada hari biasa (selain Minggu) warung yang mulai buka pada pukul 07.00 ini sudah ramai sejak buka hingga pukul 10.00. Selanjutnya landai dan kembali ramai pada jam makan siang, pukul 11.30 hingga 13.30. Warung tutup pukul 17.00.
"Kami sekarang sudah bisa mengetahui jam ramai. Sebab ritme sudah kami pelajari. Namun kalau hari Minggu mulai buka hingga tutup jam 13.00 ramai terus. Pagi hari orang jalan sehat, dan pesepeda pancal. Agak siang pewisata sampai siang," terang Icuk.

Salah satu tempat favorit pelanggan untuk menikmati hidangan dan pemandangan.-panca rp-
Khusus hari Minggu ada pelukis pensil yang siap melukis wajah dengan cepat. "Kita sambil makan atau gurau dilukis oleh seniman yang berpengalaman. Sekitar 15 menit sudah jadi gambar lukis pensil," terang Icuk.
BACA JUGA:Trimurti Restaurant Grand Mercure Malang Mirama Resmi Kantongi Sertifikat Halal
Icuk menerangkan, awalnya dia bekerja di Event Organaizer (EO). Seiring Covid 19 job sangat sepi. Terus dia banting setir menjadi petani bunga.
"Dari petani bunga ini, dia punya keinginan usaha kuliner di tanah yang dia sewa. Saya ngobrol dengan teman yang bernama Rudi. Terus dia mengajak ke warung empok prasmanan di Batu dan di Pujon. Dari situ saya mengkonsep dan akhinya jadi. Alhamdulillah rame, ini jalan saya untuk mencari rezeki," ceritanya.
Diungkapkapkanya, ajakan Rudi membuka hati dan otak untuk menekuni ini. “Dulu juga pernah berjualan kuliner kekinian namun hanya sebentar karena tidak laku. Sekarang ini jalan saya dalam mengais rezeki,” tegasnya.
BACA JUGA:Menjelajahi Rasa dan Suasana: 9 Rekomendasi Cafe Hits di Tumpang - Poncokusumo, Kabupaten Malang
Salah satu pengunjung dari Jakarta ketika diwawancarai Disway Malang mengatakan rasanya enak. "Ini warung ideal, rasa enak, harga murah dan view mewah (mepet sawah)," kata Leli.
Dia ke Batu dalam rangka berkunjung ke rumah teman yang berada di Desa Punten. “Tadi jalan-jalan terus di gang depan ada tulisan warung, ternyata luar biasa,” ungkap Leli.
Sumber:
