1 tahun disway

Hari Braille Sedunia 4 Januari, Momentum Mendorong Akses Informasi Inklusif bagi Tunanetra

Hari Braille Sedunia 4 Januari, Momentum Mendorong Akses Informasi Inklusif bagi Tunanetra

Penyandang disabilitas netra membaca teks menggunakan huruf Braille sebagai simbol pentingnya akses informasi dan literasi inklusif dalam peringatan Hari Braille Sedunia.-United Nation-

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Setiap tanggal 4 Januari, dunia memperingati Hari Braille Sedunia (World Braille Day). Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya akses informasi, pendidikan, dan komunikasi yang inklusif bagi penyandang disabilitas netra.

Hari Braille Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi Majelis Umum PBB pada 2018 dan mulai diperingati secara resmi sejak 2019. Penetapan ini bertujuan mengakui kontribusi sistem tulisan Braille sebagai sarana utama literasi bagi tunanetra serta untuk menegaskan hak penyandang disabilitas dalam memperoleh informasi secara setara.

BACA JUGA:Caracas Diguncang Bom! Amerika Serikat Lancarkan Serangan ke Venezuela, Presiden Maduro Ditangkap!

Sejarah Lahirnya Huruf Braille

Peringatan Hari Braille Sedunia bertepatan dengan hari kelahiran Louis Braille, seorang tokoh asal Prancis yang lahir pada 4 Januari 1809. Louis Braille kehilangan penglihatannya sejak kecil akibat kecelakaan, namun kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk menciptakan sistem tulisan yang kemudian merevolusi cara tunanetra membaca dan menulis.

BACA JUGA:Cuaca Sulit Diprediksi, Hujan Deras Ganggu Aktivitas Warga Malang di Malam Minggu

Pada usia remaja, Louis Braille mengembangkan sistem tulisan berbasis enam titik timbul yang dapat diraba dengan ujung jari. Sistem ini memungkinkan tunanetra membaca dengan cepat dan efisien, serta menulis secara mandiri.

Temuannya kemudian dikenal sebagai huruf Braille dan diadopsi secara luas di berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai sistem literasi utama bagi penyandang disabilitas netra.

Makna dan Tujuan Peringatan Hari Braille

Hari Braille Sedunia tidak hanya menjadi penghormatan terhadap penemuan Louis Braille, tetapi juga pengingat bahwa aksesibilitas informasi adalah hak asasi manusia. Braille berperan penting dalam mendukung pendidikan, kemandirian, dan partisipasi sosial penyandang tunanetra di berbagai bidang kehidupan.

Pada era digital, peringatan ini juga mendorong pengembangan teknologi dan layanan publik yang ramah disabilitas, seperti buku Braille, perangkat pembaca layar, papan informasi taktil, serta layanan pendidikan dan administrasi yang inklusif.

BACA JUGA:Awal 2026, Jumlah Penumpang Kereta di Stasiun Malang Masih Tinggi

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, Hari Braille Sedunia diperingati melalui kegiatan edukasi, diskusi inklusivitas, kampanye kesadaran publik, serta pameran karya dan teknologi aksesibel. Lembaga pendidikan, organisasi disabilitas, dan instansi pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat komitmen terhadap kesetaraan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas netra.

BACA JUGA:Menko Yusril Tegaskan KUHP Baru Tak Memidanakan Pengkritik Pemerintah

Sumber: united nation