1 tahun disway

Hari Amal Bhakti Kemenag, Momentum Refleksi Pengabdian dan Kerukunan Umat

Hari Amal Bhakti Kemenag, Momentum Refleksi Pengabdian dan Kerukunan Umat

Hari Amal Bhakti Kemenag yang di peringati setiap tanggal 3 Januari-Kemenag.go.id-

MALANG, DISWAYMALANG.ID-Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) setiap tanggal 3 Januari. Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan dan pengabdian Kemenag sejak didirikan pada 3 Januari 1946, tidak lama setelah Indonesia merdeka.

Hari Amal Bhakti diperingati sebagai tonggak sejarah berdirinya Kementerian Agama yang memiliki peran strategis dalam mengatur, membina, dan melayani kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia. Sejak awal pembentukannya, Kemenag diamanahkan untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama serta memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman.

BACA JUGA:Kayutangan Heritage Jadi Percontohan Nasional, Kementerian PKP Siap Replikasi Model Penataan Kota Malang

Secara historis, pembentukan Kementerian Agama tidak terlepas dari dinamika awal kemerdekaan Indonesia. Gagasan pendirian kementerian ini muncul sebagai respons atas aspirasi umat beragama yang menginginkan adanya lembaga khusus yang mengurusi urusan keagamaan secara adil dan proporsional.

Melalui Penetapan Pemerintah Nomor 1/S.D Tahun 1946 yang ditandatangani oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta, pemerintah secara resmi membentuk Departemen Agama pada 3 Januari 1946.

Sejak saat itu, Departemen Agama yang kemudian bertransformasi menjadi Kementerian Agama mengemban tugas penting dalam penyelenggaraan pelayanan keagamaan, pendidikan agama, serta pembinaan kehidupan beragama di Indonesia.

BACA JUGA:Ratusan Pecinta Gus Dur di Kota Batu Gelar Doa Bersama Lintasagama

Penamaan Hari Amal Bhakti sendiri mulai digunakan secara resmi pada 1980. Istilah ini mencerminkan semangat pengabdian dan kerja nyata aparatur Kementerian Agama dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan agama, dan pembinaan kerukunan umat beragama.

Peringatan HAB biasanya dilaksanakan secara nasional melalui upacara bendera yang diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) Kemenag di pusat maupun daerah. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan beragam agenda sosial, keagamaan, dan edukatif sebagai wujud nyata nilai amal dan bhakti yang diusung dalam peringatan tersebut.

BACA JUGA:CEO Instagram Soroti Bahaya Konten AI, Dorong Media Asli Bikinan Manusia Diberi 'Tandatangan'

Dalam setiap peringatan HAB, Kementerian Agama juga menegaskan kembali komitmennya terhadap penguatan moderasi beragama. Nilai toleransi, keadilan, serta saling menghormati antarumat beragama menjadi pesan utama yang terus digaungkan, sejalan dengan visi pembangunan nasional dan upaya mewujudkan kehidupan berbangsa yang rukun dan damai.

BACA JUGA:Program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang Disetop Sementara, Ini Jadwal Aktif Kembali

Hari Amal Bhakti tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga pengingat bagi seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat. Melalui momentum ini, Kemenag diharapkan semakin berperan aktif dalam memperkokoh persatuan bangsa dan membangun kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia.

Sumber: kementerian agama