Pergantian Tahun Baru 2026 Berlangsung 26 Jam, Kiribati Paling Awal dan Samoa Amerika Penutup Dunia
Kemeriahan pergantian tahun baru--
MALANG, DISWAYMALANG.ID—Dunia menyambut Tahun Baru 2026 secara bertahap selama kurang lebih 26 jam. Seiring perbedaan zona waktu global yang membuat setiap negara memasuki 1 Januari pada waktu yang berbeda.
Wilayah pertama di dunia yang merayakan Tahun Baru 2026 adalah Republik Kiribati, tepatnya Pulau Kiritimati (Christmas Island) di Kepulauan Line. Pulau tersebut berada di zona waktu UTC+14, menjadikannya kawasan berpenduduk paling awal memasuki tahun baru.
BACA JUGA:BMKG Prakirakan Cuaca Berawan dan Hujan Berpotensi Warnai Malam Tahun Baru di Malang Raya
Setelah Kiribati, pergantian tahun bergerak ke arah barat mengikuti rotasi bumi. Sejumlah negara di kawasan Pasifik seperti Samoa dan Tonga, disusul Selandia Baru, merayakan Tahun Baru beberapa jam kemudian.
Di kawasan Asia Timur, Jepang, Korea Selatan, dan sebagian besar wilayah Tiongkok turut menyambut Tahun Baru 2026 setelah negara-negara Pasifik.
BACA JUGA:BMKG: 18 Perairan di Jatim Gelombang Tinggi hingga 2 Januari, Khofifah Minta Wisatawan Lebih Waspada
Selanjutnya, perayaan berlanjut ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, lalu bergerak ke Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.
Wilayah terakhir yang menyambut Tahun Baru 2026 adalah Samoa Amerika, serta wilayah tak berpenghuni seperti Pulau Baker dan Pulau Howland yang berada di zona waktu UTC−12. Kawasan ini secara kronologis menjadi penutup rangkaian pergantian tahun global.
BACA JUGA:Libur Sekolah dan Nataru, Kunjungan Kayutangan Heritage Melonjak Hingga 5.500 Orang
Rentang perayaan yang hampir 26 jam ini dipengaruhi oleh sistem zona waktu internasional dan keberadaan International Date Line (IDL) yang menjadi garis acuan perubahan tanggal di dunia.
Meski berlangsung pada waktu yang berbeda, perayaan Tahun Baru di berbagai negara tetap menjadi momentum penting untuk refleksi, harapan, dan kebersamaan. Dengan beragam tradisi mulai doa, perayaan keluarga, hingga pesta kembang api berskala besar di pusat-pusat kota dunia.
BACA JUGA:Meski Sudah Dilarang Lewat Jalur Klemuk, Masih Banyak Pemotor yang Melanggar
Sumber: antaranews.com
