PHRI Kota Batu Berharap Okupansi Malam Tahun Baru Capai 90 Persen
Sujud Hariadi Ketua PHRI Kota Batu-panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID--Jelang Tahun Baru 2025, tingkat okupansi (keterisian) hotel hanya capai kisaran 60-70 persen. Namun PHRI optimistis pada malam pergantian tahun akan mencapai 90 persen. Hal itu dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi, Senin (29/12).
Diungkapkannya, penyebabnya adalah faktor daya beli masyarakat turun sekitar 10 persen, sesuai data dari Gaikindo. Artinya ada pergeseran kelas ekonomi masyarakat karena situasi ekonomi nasional.
"Hari ini tingkat hunian masih mencapai kisaran 60-70 persen, ini masih ada waktu tiga hari, semoga pada puncak perayaan tahun baru akan mencapai 90 persen," paparnya.
Menurutnya, Kota Batu saat ini sudah berbenah dengan infra struktur mulai pelebaran jalan hingga perbaikan jalur pedestrian (trotoar). "Semua ini selain untuk warga, juga untuk wisatawan. Saat ini semakin bagus. Semoga tahun 2026 wisatawan semakin banyak," ungkapnya.
BACA JUGA:ASTON Inn Batu Hadirkan Promo “Stay & Play” dengan Diskon 25% untuk Pemesanan Langsung
Untuk vila dan homestay, Sujud tidak mengetahui data keterisiiannya. Sebab itu di luar kover PHRI. "Kami tidak mengetahui tentang vila dan homestay. Kala villa itu ada organisasinya yaitu ISA," terangnya.
Dijelaskannya, persaingan hotel di Malang, Kota Batu dan Surabaya diakuinya ada perbedaan. Kota Malang bersolek dengan haritage-nya, menojolkan Kayutangan Haritage, Toko Oen dan beberapa rumah tinggal jaman belanda dijadikan homstay. Sementara itu tujuan wisata tujuan utama wisatawan adalah ke Bromo, Semeru, dan Tumpak Sewu.
BACA JUGA:Pajak Kota Batu Mencapai 94,25%, Pajak Perhotelan Masih 'Kurang Sedikit'
Sedangkan di Kota Batu, wisatawan memang menjadikan Kota Batu sebagai tujuan wisata. Yaitu dengan adanya wisata alamnya yang indah dan sejuk serta wisata buatan yang spektakuler.
Sumber:
