1 tahun disway

Gresini Racing Jadi Korban Ketegangan Strategi Baru Ducati, Begini Ceritanya!

Gresini Racing Jadi Korban Ketegangan Strategi Baru Ducati, Begini Ceritanya!

Dari Kiri: Alex Marquez (73) dan Marc Marquez (93), saat keduanya berlatih teknik start di GP Brasil 2026--Twitter Lambe Rasing @LambeRacing--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Gresini Racing menghadapi banyak tekanan menyusul perubahan strategi Ducati. Mulai tekanan finansial, kehilangan pebalap kunci, hingga rumor kepulangan ke Honda.

Pada MotoGP Brasil 2026 akhir pekan lalu, diketahui bahwa kubu Gresini menggeber diskusi intens di paddock. Mereka menyikapi susunan tim satelit Ducati untuk siklus regulasi berikutnya pada MotoGP 2027.

VR46 Racing telah menandatangani kontrak lima tahun dengan Ducati dalam skema 2+3 tahun. Mencakup periode 2025–2026 dengan perpanjangan otomatis hingga 2029. Kecuali salah satu pihak memilih untuk mengakhiri kerja sama.

Ketegangan muncul setelah Ducati memutuskan memindahkan Fermin Aldeguer, yang saat ini membela Gresini, ke VR46 Racing mulai musim depan. Keputusan tersebut mengejutkan bos Gresini Racing, Nadia Padovani. Dia dikabarkan sangat kecewa.

BACA JUGA:Bakal Tinggalkan Ducati, Gresini Pakai Mesin Honda di Era Baru 2027

Namun, kekecewaan Padovani bukan hanya masalah perpindahan pebalap. Ducati juga disebut ingin merevisi model kerja sama. Di mana tim mitra turut memberikan kontribusi finansial terhadap kontrak pebalap.

Dalam skema itu, VR46 Racing diperkirakan akan menanggung sebagian gaji Aldeguer. Sementara itu, persyaratan serupa juga tengah dibahas dengan Gresini Racing.

Selain itu, Ducati memiliki ambisi untuk memasok motor dengan spesifikasi pabrikan kepada seluruh pebalap di tim satelit. Secara logika, tuntutan biaya untuk dukungan mesin MotoGP 2027 diprediksi akan meningkat tajam. Angka tersebut bahkan diperkirakan melampaui kemampuan finansial Gresini Racing saat ini.

BACA JUGA:Perang Iran Belum Reda, MotoGP Qatar Diundur November 2026

Kondisi itu mungkin dirasakan oleh semua pabrikan dan tim satelit. Namun, kebijakan harga serta skema kerja yang sama dari masing-masing pabrikan akan menjadi faktor pembeda.

Jika biaya motor spesifikasi pabrikan terlalu tinggi, margin keuntungan tim independen seperti Gresini tentu akan semakin tertekan.

Situasi semakin rumit dengan munculnya rumor bahwa Gresini berpotensi kehilangan Alex Marquez. Pebalap asal Spanyol itu disebut-sebut akan merapat ke KTM. Sekaligus membawa dukungan sponsor besar dari Estrella Galicia.

Perlu diingat, saat Alex Marquez bergabung, nilai sponsor tersebut diperkirakan mencapai EUR1 juta (sekitar Rp19,6 miliar). Kehilangan dukungan sebesar itu tentu berdampak buruk bagi struktur finansial tim.

BACA JUGA:Abaikan Fabio Quartararo, Ducati Ikat Pedro Acosta untuk MotoGP 2027

Gresini "CLBK" dengan Honda?


Pbalap Gresini Racing Marco Simoncelli (58) dan pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa (26), saat keduanya bertarung di GP Portugal 2011. Bahwa hubungan Gresini Racing dan Honda sudah pernah terjalin cukup lama. --Twitter Zdravko @Zdravkost--

Disebutkan bahwa Gresini Racing tengah membuka peluang untuk kembali bekerja sama dengan Honda. Secara historis, hubungan Gresini dengan pabrikan Jepang tersebut memang sangat kuat.

Didirikan oleh mendiang Fausto Gresini, Gresini menjadi tim satelit utama Honda sejak 1997. Masa kejayaan mereka terlihat pada era Sete Gibernau dan Marco Melandri. Mereka berhasil menjadi runner-up dunia di bawah Valentino Rossi pada periode 2003–2005 dengan motor RC211V.

Meski begitu, bos Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menanggapi rumor kepindahan Gresini ke Honda dengan tenang. Ia menegaskan bahwa Gresini ingin tetap bersama Ducati.

"Kami tidak ingin kehilangan mereka. Mereka adalah tim yang luar biasa," kata Tardozzi kepada Sky Italia. "Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mempertahankan mereka, dan saya pikir mereka ingin tetap bersama Ducati," janjinya.

BACA JUGA:Veda Pratama Cetak Sejarah Raih Podium di Brasil, Dipuji Legenda MotoGP Jepang

Sementara itu, Direktur Olahraga Ducati Mauro Grassilli  telah bertemu dengan Nadia Padovani bersama manajer tim Gresini, Michele Masini, usai GP Brasil. Pertemuan yang berlangsung sekitar 25 menit tersebut disebut memberikan sinyal positif.

"Semuanya berjalan dengan baik. Tetapi saat ini saya belum bisa berkomentar," ujar Grassilli. "Saya akan berbicara setelah Austin," lanjutnya, merujuk pada GP Amerika Serikat yang digelar akhir pekan ini.

Terbaru, sumber dari pabrikan Borgo Panigale mengindikasikan bahwa situasi saat ini cenderung tetap stabil. VR46 Racing dan Gresini diperkirakan masih akan menjadi tim satelit Ducati tahun depan.

BACA JUGA:Mohamed Salah Resmi Tinggalkan Liverpool! Mau ke Saudi Pro League?

 

 

Sumber: