Elon Musk Ancam Konsekuensi bagi Pengguna Ilegal Deepfake Bikini Grok AI
Setelah gelombang kritik akibat penyalahgunaan deepfake AI Grok di X, Elon Musk akhirnya buka suara. --beebom--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Elon Musk akhirnya angkat bicara menyusul gelombang kritik terhadap Grok AI, chatbot buatan xAI, yang disalahgunakan untuk menghasilkan gambar eksplisit perempuan dan anak-anak di platform X.
Musk menegaskan bahwa siapa pun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan menghadapi konsekuensi serius, setara dengan pengguna yang mengunggah konten ilegal secara langsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Musk melalui balasan di platform X.
Menanggapi akun @cb_doge, Musk menulis bahwa pengguna Grok yang membuat konten ilegal akan “mendapat konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggah konten ilegal.”
Dalam balasan terpisah kepada akun lain, Musk menambahkan kalimat singkat namun tegas, “We’re not kidding,” yang menandakan sikap serius perusahaan terhadap penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan tersebut.

Elon Musk mengecam keras penyalahgunaan deepfake AI Grok di X yang sempat ramai. --beebom--
Peringatan itu muncul di tengah maraknya eksploitasi Grok AI oleh pengguna X.
Sejumlah akun diketahui menandai Grok dan memintanya untuk memanipulasi foto perempuan.
BACA JUGA:Rumor Remake Assassin’s Creed 4: Black Flag Resynced Menguat, Ubisoft Punya Domain Baru
Bahkan anak di bawah umur, menjadi gambar yang bersifat seksual atau semi-eksplisit. Contohnya seperti mengenakan bikini.
Dalam banyak kasus, Grok tetap merespons permintaan tersebut dan menghasilkan gambar hasil manipulasi.
Masalah ini menjadi sorotan karena proses tersebut berlangsung tanpa persetujuan pihak yang fotonya dimanipulasi.
Korban tidak memiliki kendali atas penggunaan gambar mereka. Sementara hasilnya dapat diakses publik secara bebas.
BACA JUGA:Apple Siapkan MacBook Ringkas 12,9 Inci dengan Harga Murah
Lebih jauh, fitur pembuatan gambar Grok dapat digunakan tanpa keanggotaan berbayar, sehingga memperluas potensi penyalahgunaan di platform.
Meski telah mengeluarkan peringatan keras, Elon Musk tidak merinci secara spesifik bentuk konsekuensi yang akan diterapkan.
Namun, sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut kemungkinan besar difokuskan pada kasus yang melibatkan anak di bawah umur.
BACA JUGA:Kalahkan Clair Obscur, Hollow Knight Silksong Raih Game of the Year di The Steam Awards 2025
Dalam konteks hukum, konten AI yang menampilkan anak secara seksual berpotensi dikategorikan sebagai Child Sexual Exploitation Material (CSEM), yang dapat berujung pada tuntutan pidana serius.
Di sisi lain, pernyataan Musk dinilai belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran publik terkait maraknya deepfake bikini terhadap perempuan dewasa akibat AI Grok.
Konten semacam ini, meski tidak selalu melanggar hukum pidana di semua lembaga kehukuman dunia, hal itu tetap menimbulkan persoalan etika, privasi, dan pelecehan digital.
BACA JUGA:Spesifikasi dan Fitur OPPO Reno 15! Akan Rilis 8 Januari 2026
Hingga kini, belum ada kejelasan apakah X akan mengambil langkah tegas untuk membatasi atau memoderasi jenis konten tersebut secara sistematis.
Ironisnya, Musk di saat yang sama terus mempromosikan kemampuan Grok AI dalam menghasilkan gambar dan video, termasuk sebagai pembeda utama dari chatbot pesaing.
Promosi agresif ini dinilai sebagian pihak bertolak belakang dengan lemahnya pengawasan terhadap dampak sosial dari teknologi tersebut.
BACA JUGA:Bakso Malang Anomalies: Game Horor Indonesia di Roblox yang Viral di Dunia Internasional
Kasus Grok AI kembali menegaskan tantangan besar dalam pengembangan kecerdasan buatan generatif, khususnya ketika dilepas ke ruang publik tanpa pengamanan yang memadai.
Pernyataan Elon Musk mungkin menjadi sinyal awal pengetatan kebijakan, namun publik masih menunggu langkah konkret untuk memastikan teknologi ini tidak terus disalahgunakan.
Sumber: harian.disway.id
