1 tahun disway

Spektrum Politik Anak Muda Indonesia 2025: Progresif Dominan, Didukung oleh Dorongan Perubahan dan Teknologi

Spektrum Politik Anak Muda Indonesia 2025: Progresif Dominan, Didukung oleh Dorongan Perubahan dan Teknologi

Ilustrasi anak muda bersuara dalam politik--iStockphoto

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Pandangan politik generasi muda terus mengalami pergeseran seiring perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi.

Berdasarkan survei Kawula17 pada Juli 2025, sebanyak 14 persen responden dikategorikan sangat progresif, 35 persen progresif, dan 40 persen cukup progresif.

Jika digabungkan, angka ini menunjukkan bahwa 89 persen anak muda Indonesia menempatkan diri pada spektrum progresif.

Mereka menaruh perhatian besar pada isu kesetaraan, keadilan sosial, serta mendorong perubahan yang bersifat sistemik, bukan sekadar mengandalkan peran individu.

Sementara itu, hanya 11 persen anak muda yang berada di sisi konservatif. Rinciannya, 10 persen termasuk cukup konservatif dan 1 persen konservatif penuh.

Kelompok ini cenderung mempertahankan tradisi, aturan sosial yang berlaku, serta lebih menekankan pengembangan individu dibanding dorongan perubahan struktural.

Survei ini dilakukan dengan metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) secara daring, dengan mayoritas responden berasal dari Pulau Jawa (60 persen), dan sisanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dari segi demografi, 51 persen responden adalah laki-laki, dengan kelompok usia terbesar berada pada rentang 26 hingga 30 tahun.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Tulis Surat untuk 5 Menteri yang Direshuffle, Suratnya Diantarkan Langsung oleh.Sekkab

Mengapa Anak Muda Terlibat Aktif dalam Politik?

Dominasi progresif pada spektrum politik anak muda tidak muncul tanpa alasan. Data dari IDN Research Institute melalui Indonesia Millennial and Gen Z Report 2025 menemukan bahwa ada lima faktor utama yang mendorong keterlibatan generasi muda dalam politik.

Keinginan untuk Membuat Perubahan (43 Persen)

Dorongan paling kuat berasal dari idealisme anak muda untuk menciptakan lanskap politik baru yang lebih adil, transparan, dan relevan dengan kondisi zaman.

Ketidakpercayaan terhadap Institusi Politik (43 Persen

Angka yang sama menunjukkan bahwa anak muda skeptis terhadap institusi politik saat ini. Ketidakpercayaan ini memicu lahirnya inisiatif politik alternatif yang lebih independen dan kritis.

Sumber: kuwala17