Dari Tren Digital hingga Kesadaran Sehat, Potret Gaya Hidup Olahraga Orang Indonesia
Ilustrasi anak muda gemar berolahraga--iStockphoto
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Di banyak sekolah Indonesia, pelajaran olahraga seringkali hanya dianggap rutinitas. Anak-anak berlari di lapangan atau bermain bola sekadar memenuhi jam pelajaran.
Namun, di luar ruang kelas, wajah olahraga Indonesia perlahan berubah. Olahraga kini tidak lagi sekadar kewajiban, tetapi perlahan menjelma menjadi gaya hidup didorong oleh tren, kesadaran kesehatan, dan pengaruh media sosial.
Meski belum semua orang Indonesia rutin berolahraga, data terbaru memberi secercah harapan.
Menurut Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) 2024 yang dirilis Kementerian Pemuda dan Olahraga, skor pembangunan olahraga Indonesia meningkat menjadi 0,334.
Angka ini memang masih tergolong rendah, bahkan di bawah capaian tertinggi 2021 yang sempat menyentuh 0,342, tetapi tetap menunjukkan adanya perkembangan.
IPO sendiri mengukur banyak aspek: mulai dari literasi fisik, partisipasi masyarakat, ketersediaan ruang terbuka, hingga tingkat kebugaran jasmani.
Dengan kata lain, skor ini menjadi cermin sejauh mana olahraga benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat.
Tren Olahraga yang Tumbuh Bersama Media Sosial
Peningkatan ini tidak lepas dari munculnya tren olahraga di tahun 2024. Di era digital, aktivitas fisik tidak hanya dilakukan di lapangan atau gym, tetapi juga dibagikan melalui layar ponsel.
Media sosial, terutama TikTok dan Instagram, menjadi medium yang kuat untuk menularkan semangat hidup sehat.
Fenomena ini terlihat jelas yakni jogging di CFD, gowes santai di akhir pekan, hingga kelas senam bersama di ruang publik kini tak jarang direkam, diunggah, dan viral.
Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tapi juga simbol identitas dan gaya hidup kekinian.
BACA JUGA:9 Olahraga Populer 2025 yang Bikin Hidup Lebih Aktif dan Stylish
Olahraga Favorit Orang Indonesia
Laporan Kemenpora tahun 2024 yang melibatkan lebih dari 20 ribu responden dari 38 provinsi juga mengungkap olahraga yang paling populer.
Atletik (jalan dan lari) menempati posisi teratas dengan 28,2 persen responden memilihnya. Mudah dilakukan, minim biaya, dan bisa dilakukan siapa saja, menjadikannya olahraga paling inklusif.
Sumber: indeks pembangunan olahraga (ipo) 2024 yang dirilis kementerian pemuda dan olahraga
