1 tahun disway

Fakta Minat Baca Siswa Indonesia 2025 Masih Rendah, Ini Tantangannya

Fakta Minat Baca Siswa Indonesia 2025 Masih Rendah, Ini Tantangannya

Ilustrasi membaca buku--iStockphoto

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi konten visual, aktivitas membaca semakin terpinggirkan. 

Bagi sebagian besar pelajar, membaca buku bukan lagi kebiasaan sehari-hari, melainkan hanya dilakukan menjelang ujian atau saat ada tugas sekolah. 

Padahal, membaca adalah cara penting untuk membuka cakrawala berpikir, memperluas wawasan, dan memperkaya kosakata.

Kini, buku mulai tersaingi oleh layar gawai. Hiburan digital yang cepat dan menarik membuat aktivitas membaca seakan tertinggal. 

Sayangnya, kegiatan ini kerap dipandang semata sebagai kewajiban akademik, bukan sebagai kebutuhan intelektual.

Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), hanya 44,56 persen siswa yang memanfaatkan perpustakaan atau taman bacaan masyarakat (TBM) sepanjang tahun 2024. 

Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelajar belum terbiasa mengakses sumber bacaan secara rutin.

BPS juga menyoroti bahwa kehadiran perpustakaan dan TBM seharusnya tidak hanya sebagai pelengkap fasilitas pendidikan formal, tetapi juga sebagai sarana untuk memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Dilihat dari jenjang pendidikan, kunjungan siswa SD ke perpustakaan paling rendah, yakni hanya 37,31 persen, disusul oleh mahasiswa (41,59 persen). 

Sementara itu, siswa SMP dan SMA menunjukkan angka lebih tinggi, masing-masing 52,01 persen dan 55,32 persen. 

Hal ini menunjukkan bahwa minat membaca belum terbentuk secara merata di semua tingkatan.

Selaras dengan itu, survei dari GoodStats yang dilakukan pada Januari hingga Februari 2025 terhadap 1.000 responden menyatakan bahwa hanya 20,7 persen masyarakat Indonesia rutin membaca setiap hari. 

Sisanya, 22,3 persen membaca seminggu sekali, 24,6 persen sebulan sekali, 17 persen hanya sesekali, dan 15,4 persen hampir tidak pernah.

Beberapa faktor utama penyebab rendahnya minat baca adalah kurangnya waktu, minimnya motivasi pribadi, dan tergantikannya buku oleh konten digital seperti video, media sosial, serta informasi cepat dari internet.

Sumber: bps