Hari Peduli Hiu 14 Juli: Peran Hiu dalam Ekosistem Laut dan Pentingnya Kesadaran Global
Ilustrasi hiu--iStockphoto
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Setiap tanggal 14 Juli, masyarakat dunia memperingati Hari Peduli Hiu atau Shark Awareness Day sebuah momentum penting untuk membuka mata publik terhadap fakta-fakta ilmiah dan tragis tentang makhluk laut yang selama ini sering disalahpahami.
Hiu, yang selama bertahun-tahun digambarkan sebagai predator ganas dan berbahaya lewat film dan cerita populer, justru kini berada di ambang krisis kepunahan.
Berdasarkan data dari berbagai studi ilmiah, populasi hiu telah mengalami penurunan drastis hingga 71 persen sejak tahun 1970. Angka ini mencerminkan kondisi kritis yang perlu segera mendapatkan perhatian dan tindakan nyata.
Sejarah dan Tujuan Hari Peduli Hiu
Dilansir dari National Today, Hari Peduli Hiu pertama kali diperingati di Amerika Serikat dan kini telah menjadi peringatan yang bersifat universal.
Tujuannya jelas yaknu mengubah persepsi negatif terhadap hiu, mengurangi ketakutan dan stigma yang keliru, serta mengedukasi masyarakat global tentang peran penting hiu dalam menjaga kesehatan laut.
Di balik kesan menakutkan yang melekat, hiu sejatinya adalah spesies penjaga keseimbangan ekosistem.
Mereka berperan sebagai predator puncak yang menjaga jumlah spesies laut lainnya agar tidak berkembang secara tidak terkendali.
Tanpa kehadiran hiu, struktur ekosistem laut bisa terganggu secara serius.
Ancaman terhadap Populasi Hiu
Selama beberapa dekade terakhir, populasi hiu menurun tajam karena perburuan liar yang dilakukan untuk berbagai tujuan, mulai dari kulit, daging, hingga siripnya.
Praktik finning (pengambilan sirip hiu secara brutal lalu membuang tubuhnya kembali ke laut) menjadi salah satu penyebab utama dari penyusutan populasi hiu di berbagai lautan dunia.
Meskipun banyak organisasi konservasi telah melobi larangan terhadap perdagangan produk berbahan dasar hiu, kenyataannya masih banyak perusahaan perikanan yang mengabaikan regulasi dan terus memburu hiu demi keuntungan ekonomi.
Tidak hanya itu, misinformasi yang beredar di masyarakat tentang hiu sebagai pembunuh berdarah dingin juga memperburuk keadaan, karena mendorong pembunuhan hiu yang sebenarnya tidak perlu.
Hiu, Fosil Hidup Penjaga Laut Sejak 420 Juta Tahun Lalu
Salah satu fakta paling menarik dan sering terabaikan adalah bahwa hiu merupakan spesies tertua yang masih hidup hingga kini.
Catatan fosil menunjukkan bahwa hiu telah mengarungi samudera selama lebih dari 420 juta tahun jauh lebih tua dari pohon maupun dinosaurus.
Sumber: national today
