1 tahun disway

Kunjungi Perkebunan Jeruk di Desa Kucur, Dau, Menteri Desa Janji Bantu Hilirisasi

Kunjungi Perkebunan Jeruk di Desa Kucur,  Dau, Menteri Desa Janji Bantu Hilirisasi

Mendes PDT saat mengunjungi kebun jeruk di Lembah Gunung Putri Tidur, Desa Kucur, Dau, Jumat (27/6)--malangkab.go.id

DAU, DISWAYMALANG.ID - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Mendes PDT), Yandri Susanto berjanji akan membantu pengembangan hilirisasi usaha perkebunan jeruk di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Janji itu disampaiakan saat mengunjungi langsung perkebunan jeruk tersebut, Jumat (27/6) pagi. 

Menurut Mendes PDT,  perlu dilakukan hilirisasi produk dan memperluas pemasaran untuk mengembangkan potensi komoditas jeruk di Desa Kucur.

"Luar biasa ini. Sebuah potensi desa yang harus dibuat hilirisasi agar tidak ada jeruk yang busuk, jeruk yang dibuang, dan harganya yang terlalu rendah. Semua itu harus kita atasi. Kalau hasil panen sedang jumlah besar, harganya turun. Jika hasil pertanian jeruk sampai banyak sekali solusinya bisa dibuat tepung jeruk, dan butiran jeruk," katanya.

Bupati Malang, H. M. Sanusi yang mendampingi Mendes PDT dalam kunjungan tersebut menegaskan lagi janji Mendes PDT untuk mengembangkan potensi komoditas jeruk di Desa Kucur. "Pak Menteri akan mengembangkan hilirisasi. Jadi, dari produsen jeruk nanti diolah lagi menjadi bahan hasil dari pabrikan dan akan semuanya dikembangkan di Kabupaten Malang," kata Bupati Sanusi.

Menurut Sanusi, Mendes PDT mengapresiasi potensi perkebunan yang dikelola secara mandiri oleh Pemerintah Desa Kucur bersama Bumdes Mitra Sejati di Lembah Putri Tidur Desa Kucur. Melihat potensi perkebunan dengan luas lahan kurang lebih 11 ribu hektar yang  seluruhnya ditanami beberapa aneka buah jeruk seperti jenis Keprok 55, Baby Iris, RDL, Siem Madu dan Pontianak, Mendes menurut Sanusi langsung menyatakan dukungan.

''Pak Menteri datang untuk mensurvei langsung dan akan mengagendakan untuk datang lagi," jelas Bupati Malang.

BACA JUGA:Tahun Baru Islam 1447 H, Masjid Agung Jami’ Malang Gencarkan Pendidikan Hijrah Sejak Dini Lewat Pawai Bershola

Panen Pertama Ratusan Juta Rupiah

Terpisah, Kepala Desa Kucur, Abdurohim menyebut kalau pertanian jeruk milik Bumdes Mitra Sejati yang ada di Lereng Gunung Putri Tidur saja sampai hari ini sudah menghasilkan 5,5 ton pada panen raya. Bumdes Mitra Sejati mengelola sekitar 400 hektare dari total 11 ribu hektare lahan jeruk di Desa Kucur.

Lebih lanjut, Abdurohim menjelaskan, dari hasil panem 5,5 ton itu, diperoleh pendapatan Bumdes Mitra Sejati sekitar Rp 103 juta di tahun pertama panen.

Untuk panen kedua pada tahun ini, harusnya bisa tembus Rp 200 juta lebih. ''Setahun pada panen raya sekali, serta pada akhir tahun dan awal tahun baru, juga panen tambahan, istilahnya rojoan. Kami juga sampaikan bahwa kesulitan pemasaran dan membutuhkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air untuk mendukung pertanian jeruk di Desa Kucur," harapnya

Sebelum mendapat atensi khusus dan kemudian dikunjung Mendes PDT, Pemerintah Desa Kucur juga sudah aktif mengenalkan potensi  jeruk yang ada di Lembah Gunung Putri Tidur.  Juga dipromosikan, camping ground di sana yang sempat viral.

Pemerintah Kabupaten Malang kemudian ikut mempromosikan melalui kegiatan Sambang Desa Gotong Royong oleh Bupati Malang, yang kemudian dilaporkan ke Mendes PDTT.

Kehadiran menteri bersama rombongan juga membuka pintu diskusi dengan Pemkab Malang serta warga dan Pemerintah Desa Kucur sehingga apa yang menjadi kebutuhan itu juga mendapat dorongan dan semoga ke depan dapat terpenuhi. (*)

Sumber: malangkab.go.id