1 tahun disway

Kunci Jadi Influencer Top, Bangun Citra dan Jaga Etika Digital

Kunci Jadi Influencer Top, Bangun Citra dan Jaga Etika Digital

Ilustrasi anak muda yang menjadi influencer--iStockphoto

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Dunia influencer kini semakin menjanjikan, namun tidak sedikit yang gagal di tengah jalan karena tidak memahami fondasi penting di balik profesi ini. 

Arum Martikasari, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menegaskan bahwa menjadi influencer tak sekadar soal viral atau jumlah followers lebih dari itu, menyangkut identitas digital dan integritas.


Arum Martikasari, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)--Istimewa

Menurut Arum, dua hal utama yang wajib dimiliki calon influencer adalah persona digital yang kuat dan etika dalam berinteraksi di media sosial. 

Persona bukan sekadar tampilan, melainkan gambaran utuh siapa diri kita di dunia maya baik dari konten, gaya bicara, hingga nilai yang dibawa.

"Kenali keahlian atau kebiasaan unik yang bisa dikembangkan. Itulah yang akan membedakan dan memperkuat positioning di tengah jutaan akun," jelasnya.

BACA JUGA:SMA HelloMotion Malang Berbagi Inspirasi tentang Dunia Kreatif ke Siswa SMP Insan Amanah

Selain membangun persona, Arum menekankan pentingnya komunikasi dua arah. Bukan hanya menyebar konten, tetapi juga merawat hubungan dengan audiens lewat komentar, like, repost, atau sekadar menyapa. 

Di sinilah interaksi organik memegang peranan penting dalam meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan pengikut.

Arum juga menyebut bahwa konten sebaiknya mengikuti niche atau minat pasar yang dituju. 

Dalam hal ini, konsistensi adalah kunci. Kalender konten, jadwal interaksi, serta pemilihan format visual yang menarik akan mendukung pertumbuhan audiens secara berkelanjutan.

Menariknya, ia menilai bahwa iklan berbayar (ads) bukan satu-satunya cara untuk berkembang. Selama strategi kontennya tepat, organik pun bisa menembus pasar. 

“Hasil memang tak instan, tapi konsistensi dan kejujuran akan menciptakan reputasi yang tahan lama,” imbuhnya.

BACA JUGA:Pejuang Skripsi, Merapat! Waspadai Logical Fallacy yang Bisa 'Meruntuhkan' Skripsi!

Sumber: