1 tahun disway

Upah Pekerja Perempuan vs Laki-Laki di Indonesia: Kesenjangan Gaji Masih Tinggi

Upah Pekerja Perempuan vs Laki-Laki di Indonesia: Kesenjangan Gaji Masih Tinggi

Ilustrasi kesenjangan upah perempuan dan laki-laki--pixabay

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Ketimpangan upah antara pekerja laki-laki dan perempuan di Indonesia masih menjadi isu yang belum terselesaikan. 

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2025 mengungkapkan bahwa rata-rata upah bulanan laki-laki mencapai Rp3,4 juta, sedangkan perempuan hanya memperoleh Rp2,6 juta, yang berarti selisih 22,43 persen secara nasional.

Untuk menggambarkannya secara sederhana, jika upah adalah satu loyang pizza, maka laki-laki akan mendapatkan 56,32 persen dari seluruh bagian, sementara perempuan hanya kebagian 43,68 persen.

BACA JUGA:23 Mei Juga Hari untuk Mengakhiri Fistula Obstetrik, Ini Dampak bagi Perempuan Sehingga Perlu Diperingati

Kesenjangan yang Merata di Semua Usia

Ketimpangan ini tidak terbatas pada kelompok usia tertentu, tetapi menyebar di semua rentang umur:

  • Usia 15 hingga 19 tahun: laki-laki rata-rata Rp2,01 juta, perempuan Rp1,82 juta
  • Usia 25 hingga 29 tahun: laki-laki Rp3,14 juta, perempuan Rp2,53 juta
  • Usia 45 hingga 49 tahun: laki-laki Rp4 juta, perempuan Rp2,75 juta

Meskipun sedikit menyempit pada kelompok usia menjelang pensiun (50 tahun ke atas), perempuan tetap menerima gaji yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Pendidikan Tinggi Tak Jamin Kesetaraan Upah

Ironisnya, ketimpangan upah juga terlihat pada semua jenjang pendidikan, termasuk pada lulusan pendidikan tinggi.

  • SD ke bawah: laki-laki Rp2,4 juta vs perempuan Rp1,27 juta
  • SMA: laki-laki Rp3,34 juta vs perempuan Rp2,19 juta
  • Diploma: laki-laki Rp4,68 juta vs perempuan Rp3,24 juta
  • Sarjana: laki-laki Rp5,04 juta vs perempuan Rp3,75 juta

Artinya, pendidikan tinggi belum cukup untuk menghapus diskriminasi pengupahan. 

Bahkan pada level profesional dan terdidik, perempuan masih menghadapi kesenjangan yang signifikan.

Faktor yang Mempengaruhi Kesenjangan

Ada beberapa faktor struktural yang diduga memperparah situasi ini:

  • Diskriminasi langsung dan tidak langsung dalam proses rekrutmen dan promosi.
  • Stereotip gender tentang peran utama perempuan dalam keluarga yang menghambat peluang mereka dalam karier.
  • Dominasi laki-laki dalam posisi manajerial dan sektor bergaji tinggi.

Permasalahan ini bukan hanya persoalan ketidakadilan, tapi juga hambatan serius terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sumber: goodstats