1 tahun disway

16 Mei Hari Cahaya International, Berawal untuk Memperingati Penemuan Laser Pertama

16 Mei Hari Cahaya International, Berawal untuk Memperingati Penemuan Laser Pertama

International Day of Light - Theodore Maiman Sang Penemu Laser Yang Diperingati Dalam International Light Day-drnemy - pinterest-

MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Setiap tanggal 16 Mei, dunia memperingati International Day of Light. Bukan tanpa alasan tanggal ini dipilih: pada hari itulah, tahun 1960 silam, seorang fisikawan asal Amerika bernama Theodore Harold Maiman berhasil menyalakan laser pertama di dunia

Benda kecil itu memancarkan cahaya merah yang tak biasa—monokromatik, koheren, dan presisi. Tapi kisahnya bukan cuma soal alat. Ini tentang sains yang membelokkan sejarah, cahaya yang tak lagi sekadar penerangan, dan seorang insinyur yang lebih suka industri ketimbang universitas.

1. Maiman, Anak Praktis yang Tak Tergoda Gelar Akademik

Lahir di Los Angeles, 11 Juli 1927, Theodore Maiman memilih jalur yang tidak biasa. Setelah menyelesaikan S3 di Stanford University pada 1955, ia tak tergoda untuk jadi dosen atau peneliti kampus. “Terlalu praktis untuk itu,” katanya.

Ia lebih suka kerja nyata. Industri adalah ladangnya. Ia sempat keliling dunia selama 80 hari, lalu bergabung dengan Lockheed. Tak lama, ia pindah ke Hughes Research Laboratories di California, tempat kisah besarnya dimulai.

2. Masuk ke Dunia Maser dan Perang dengan Cryogenik

Saat masuk Hughes, Maiman ditugasi menyempurnakan maser—alat penguat gelombang mikro berbasis ruby. Alat ini besar, berat, mahal, dan tidak stabil. Tugasnya: kecilkan, ringankan, dan stabilkan. Hasilnya? Bobot turun lebih dari 200 kali lipat.

Daya meningkat, harga ditekan, stabilitas naik drastis. Pelajaran paling berharga menurut Maiman? “Cryogenik adalah pembunuh. Kalau bisa tanpa suhu ekstrem, jangan pakai.” Kata-kata yang jadi prinsipnya hingga ke laser.

3. Dari Maser ke Laser: Balapan Cahaya Dimulai

Maser memang sukses, tapi maser masih beroperasi di gelombang mikro. Maiman ingin lebih: cahaya tampak. Ia tahu ini bukan ide baru. Einstein sudah memprediksi stimulasi emisi sejak 1917.

Seorang fisikawan Rusia, Valentin Fabrikant, bahkan menyusun syarat teoritisnya di tahun 1940. Tapi baru tahun 1958, tulisan Schawlow dan Townes memantik kembali impian itu. Mereka coba dengan potasium panas. Gagal. Tapi persaingan dimulai. Dan Maiman diam-diam menyalip mereka semua.

4. 16 Mei 1960: Kelahiran Laser Merah Ruby

Hari itu di laboratorium Hughes, Maiman dan asistennya D’Haenens menaikkan tegangan ke lampu kilat. Mereka menyambungkannya ke kristal ruby yang dilapisi cermin di ujung-ujungnya. Mula-mula hanya tampak fluoresensi samar.

Tapi saat tegangan melewati 950 volt, semuanya berubah. “Jejak output melonjak. Ini dia. Laser lahir,” tulis Maiman dalam bukunya The Laser Odyssey. Mereka memastikan panjang gelombangnya sempit dan hanya satu mode yang aktif. Sesuai prediksi. Sah secara ilmiah: ini benar-benar laser.

Sumber: national academy of sciences